MATTANEWS.CO, PEMALANG – Gelombang kritik tajam dari masyarakat Pemalang terhadap Bupati Anom Widyantoro terus mengalir, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan yang dinilai sangat memprihatinkan.
Keluhan ini ramai disuarakan melalui media sosial, salah satunya lewat video unggahan akun TikTok @wongrivew_17 berjudul “Bupatine Hadir Kie”, yang direkam saat acara Karnaval SCTV di Lapangan Simongklang Widuri, beberapa hari lalu.
Unggahan tersebut langsung banjir komentar warganet yang mayoritas menyuarakan kekecewaan terhadap lambatnya perbaikan jalan serta minimnya realisasi program kerja sang bupati.
Hingga Selasa (20/5/2025), tercatat lebih dari 318 komentar, banyak di antaranya berisi keluhan dan kritik pedas. Berikut beberapa komentar yang mencerminkan keresahan masyarakat:
@Viola anny: “Jalan pak tolong dipikirkan…”
@romansa: “Pemalang desaku, jalan masih rusak parah sepanjang desa. Bodol kabeh. Ds Nyamplungsari, Kec. Petarukan.”
@Pradesta Tarmojo: “Bupati Pemalang paling demen kalau ada acara pesta, kuliner, pelantikan, rapat. Tapi kalau soal kinerja dan perbaikan, jauh dari harapan masyarakat.”
Netizen juga menyinggung sejumlah program kampanye yang dianggap belum terlihat realisasinya. Beberapa akun bahkan menyoroti janji bantuan dana kematian sebesar Rp3 juta yang belum terealisasi.
@Abah Nasor: “Program bantuan dana kematian 3 juta mana? Belum terbukti.”
@Ian: “Di kalender program prioritas Anom banyak banget, tapi mana buktinya? Udah jadi ya lupa?”
Dalam kampanye sebelumnya, Bupati Anom menjanjikan sejumlah program unggulan, antara lain:
- Seragam sekolah dan LKS gratis
- Jalan halus merata
- Revitalisasi penyediaan air bersih
- Penyediaan lapangan kerja melalui padat karya
- Bantuan modal usaha untuk UMKM
- Wi-Fi gratis setiap desa
- Satu ambulans satu desa
- Ketersediaan bibit unggul dan pupuk murah
- Bantuan kendaraan operasional untuk pondok pesantren
- Insentif bagi guru honorer, TPQ, Madin, dan marbot
- Santunan kematian Rp3 juta
- Pembukaan pintu tol Sewaka
Namun, hingga saat ini, masyarakat menilai janji-janji tersebut masih sebatas seremonial dan belum berdampak nyata.
Mereka berharap Pemalang benar-benar berubah ke arah yang lebih baik dengan realisasi konkret dari janji-janji yang telah disampaikan.















