MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU — Langkah kaki petugas menggema di lorong kamar hunian. Pintu dibuka satu per satu. Tidak ada peringatan. Selasa pagi, 28 Juli 2026 pukul 08.40 WIB, Rutan Kelas IIB Putussibau menggelar razia insidentil yang membuat seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan WBP waspada.
Dibawah komando Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Putussibau, Syahrinaldi, tim gabungan yang terdiri dari Ka.KPR, Ery Elyas, staf KPR, dan anggota regu jaga menyisir setiap sudut kamar.
Tujuannya tegas memberantas barang-barang terlarang dan menjaga Rutan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Razia kali ini bukan agenda biasa. Ini adalah bentuk deteksi dini dan komitmen nyata Rutan Putussibau dalam mendukung program 3 Kunci Pemasyarakatan Maju, Bersih dari HP, Pungli, dan Narkoba.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah sedikit pun bagi barang terlarang masuk dan beredar di dalam Rutan. Keamanan adalah harga mati,” kata Karutan Syahrinaldi kepada wartawan Mattanews.co. saat kunjungan ke Rutan. Kamis (30 Juli 2026)
Karutan jelaskan, dengan cara humanis namun tegas, petugas memeriksa kasur, lemari, kamar mandi, hingga celah-celah yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan. Suasana tegang namun tetap terkendali.
“Hasilnya mengejutkan. Dari penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang berpotensi membahayakan. 2 buah kabel pengecas HP, 1 buah gergaji besi, 1 buah gunting, 1 buah pecahan kaca, 1 buah botol parfum kaca, 2 buah sendok besi, “beber Karutan.
Menurut Karutan, temuan gergaji besi dan pecahan kaca menjadi sorotan utama. Kedua barang tersebut sangat rawan disalahgunakan untuk upaya pelarian maupun melukai diri sendiri dan orang lain.
“Bayangkan jika barang ini jatuh ke tangan yang salah. Makanya razia seperti ini wajib dan harus terus kami galakkan,” ujar Syahrinaldi dengan nada serius.
Kemudian, seluruh barang bukti langsung diamankan, didata, dan akan ditindaklanjuti dengan pembinaan kepada WBP terkait. Tidak ada toleransi.
Menurut Syahrinaldi, razia ini adalah bukti bahwa Rutan Putussibau serius menjaga integritas. Petugas tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran sekecil apapun.
“Kegiatan ini sudah kami dokumentasikan dan laporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat dan Dirjen Pemasyarakatan RI sebagai bentuk pertanggungjawaban,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan tim yang bergerak cepat dan profesional. “Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran. Mari kita jaga bersama agar Rutan ini tetap aman dan bersih.” ucap Karutan Syahrinaldi
Di akhir kegiatan, petugas memberikan arahan kepada seluruh WBP. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Rutan adalah tempat pembinaan, bukan tempat untuk mengulangi kesalahan.
“Karena di balik jeruji, keamanan dan pembinaan harus berjalan beriringan. Dan hari ini, Rutan Putussibau kembali membuktikan komitmennya, “tutup Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Putussibau, Syahrinaldi. (*)














