MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, tancap gas meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan menggelar pelatihan Peningkatan Kualitas Pelayanan melalui Manajemen Qolbu Sehati. Program ini menjadi strategi konkret rumah sakit milik Pemkab Tulungagung untuk mendorong layanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga humanis dan berempati.
Kegiatan yang dibuka oleh Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes., dalam keterangan resminya, Kamis (16/4/2026).
“Pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi medis. Yang tak kalah penting adalah sikap empati, kepedulian, dan ketulusan dalam melayani pasien,” tegas dr. Zuhrotul Aini.
Ia menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen besar RSUD dr. Iskak dalam mewujudkan visi sebagai rumah sakit rujukan dan pusat pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme berstandar internasional.
Menurutnya, selama ini capaian rumah sakit menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi fasilitas, teknologi, hingga kapasitas layanan spesialistik. Namun, penguatan aspek non-teknis seperti komunikasi, empati, dan sentuhan emosional kepada pasien tetap menjadi prioritas.
“Rumah sakit bukan hanya tempat penyembuhan secara medis, tetapi juga ruang yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan keluarganya,” ujarnya.
Pelatihan Manajemen Qolbu Sehati sendiri mengusung nilai utama SEHATI, yakni Sehat, Empati, Humanis, Akurat, dan Terbaik. Nilai ini diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh elemen rumah sakit.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026, dengan pembagian sesi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Setiap sesi diikuti sekitar 80 peserta, dengan total lebih dari 160 orang yang terlibat.
Peserta berasal dari berbagai lini, mulai dari tenaga medis seperti dokter dan perawat, hingga tenaga penunjang seperti farmasi, gizi, laboratorium, keamanan, dan kebersihan.
“Kualitas pelayanan adalah hasil kerja bersama. Semua unsur, tanpa terkecuali, memiliki peran dalam membentuk pengalaman pasien,” kata dr. Zuhrotul.
Ia berharap, melalui pelatihan ini seluruh peserta dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi sarana prasarana, tetapi juga sumber daya manusia.
Dengan pelatihan ini, RSUD dr. Iskak diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan unggulan yang mampu memberikan layanan berkualitas tinggi sekaligus humanis.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa wajah pelayanan kesehatan masa kini bukan hanya soal teknologi dan kecepatan, tetapi juga tentang hati bagaimana pasien diperlakukan sebagai manusia seutuhnya.














