MATTANEWS.CO, FAKFAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak menggelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan.
Kegiatan ini sebelumnya dilaksanakan selama dua hari secara daring dan selanjutnya dilaksanakan di Fakfak dari 4 – 13 Mei 2026, dengan menghadirkan fasiitator dari Pro emergency serta perwakilan resmi (international training center) dari American Heart Association (AHA) yang berlangsung di lantai 3 Ruang Diklat RSUD Fakfak, Senin, (4/5/2026).
Adapun sasaran pelatihan BTCLS melibatkan perawat yang bertugas di unit kritis ICU, IGD, Unit rawat inap dan Unit rawat jalan RSUD Fakfak berjumlah 40 orang dengan kriteria inklusi yang meliputi. Masa kerja lebih dari 10 tahun.Tack record kinerja yang baik. Status kepegawaian CPNS,PNS, PPPK. Perawat aktif yang memiliki STR dan SIPP yang masih berlaku. Sehat jasmani dan rohani.Belum pernah mengikuti pelatihan BTCLS dan bersedia mengikuti tata tertib pelatihan BTCLS.
Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep.,M.A.R.S, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi teknis perawat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskuler guna menurunkan angka kematian (mortality) dan angka kecacatan morbidity/pasien di RSUD Fakfak.
“Rumah Sakit mempunyai peran yang krusial dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Perawat merupakan lini terdepan pelayanan di Rumah Sakit,” ucapnya.
Mahubessy menambahkan bahwa, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen RSUD Fakfak dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan yang prima. Kegiatan ini sejalan dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak,
Terwujudnya Kabupaten Fakfak Yang Mandiri Sejahtera, Aman dan Berdaya Saing Yang Berlandaskan Keberagaman dengan maa aq aeningkatkan sumberdaya manusia melaluli pelayanan pendidikan, meningkatkan derajat dan pelayanan kesehatan serta peningkatan peran wanita dan generasi muda.
Adapun tujuan khusus dari pelatihan ini adalah, melakukan pengkajian cepat (initial assesment), mampu melakukan high qulity rjp (pasien dewasa maupun anak), manajemen jalan napas, interpretasi ekg dasar dan defibrilasi stabilisasi trauma.
Ia menegaskan, dengan keterampilan yang dimiliki melalui pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Melalui pelatihan ini dapat memberikan manfaat untuk Rumah Sakit seperti, Standarisasi Pelayanan, Memiliki bahasa dan prosedur yang sama saat menangani kondisi Code Blue, Pemenuhan kredibilitasi kualifikasi staf terkait kompetensi penaganan kegawatdaruratan, meningkatkan respon time mempercepat waktu tanggal darurat disetiap unit (IGD, Ranap dan Rajal dan mitigasi resiko meminimalisir resiko malpraktik kesalahan prosedur














