Sanksi Pidana Lima Tahun dan Denda Dua Miliar bagi Pelaku Ilegal Fhising di Kapuas Hulu

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kepala Satuan Kolisian Perairan dan Udara (Polairud) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Surarso menyampaikan sepanjang tahun 2022 dari data Polairud Polres Kapuas Hulu, hanya satu kasus Ilegal Fhising seperti menyentrum ikan di Kapuas Hulu.

Kasat Polairud Polres Kapuas Hulu AKP Surarso mengatakan pihaknya akan menindak tegas terhadap oknum masyarakat atau pelaku Illegal fhising.

“Diantaranya menyentrum dan meracun ikan di sungai dan danau wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, “kata Akp Surarso kepada wartawan, Rabu (11/1)

Dijelaskan Akp Surarso, ancaman bagi pelaku Illegal fhising yaitu menggunakan undang-undang perikanan, seperti menggunakan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan.

“Pelaku Ilegal Fhising bisa dijerat atau disangkakan dengan pasal 85 jo pasal 9 dengan sanksi pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar, “terang Kasat.

Kemudian lanjut Kasat, sedangkan bagi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia, biologis, peledak, dan sejenisnya di sangkaan pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) sanksi pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,2 miliar.

“Kepada masyarakat Kapuas Hulu, agar tidak takut untuk melaporkan pelaku Illegal fhising ke pihak Kepolisian. “Kalau menemukan mereka (pelaku Illegal fhising) segera lapor, akan kami tindak dengan tegas,” ucapnya.

Menurut Akp Surarso, dampak dari prakteknya Illegal fhising diantaranya terhadap lingkungan, dapat merusak ekosistem di perairan, mahluk hidup yang ada terancam punah, merusak kualitas air.

Bacaan Lainnya

“Praktek Illegal fhising dilarang oleh negara kita, karena dampak ke lingkungan sangat besar dan luas, dengan ini marilah kita sama-sama menjaga perairan sungai dan danau dari tangan Illegal fhising, “tadasnya

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait