Satbrimob Polda Sumsel Lakukan Sterilisasi Gereja – Gereja

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menjelang Ibadah Jumat Agung yang akan dilaksanakan Jumat (2/4/2021) nanti, Tim Gegana Satrimob Polda Sumsel melakukan sterilisasi gereja-gereja yang ada di Kota Palembang, sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusifitas, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah, Kamis (1/4/2021).

Bacaan Lainnya

Salah satu gereja yang disterilkan, gereja St Yoseph. Dimulai dari sudut gereja, kursi, mimbar, hingga rangkaian bunga di depan altar tak luput dari pemeriksaan petugas dan metal detektor, guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.

Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto mengatakan, sterilisasi ini dilakukan pasca terjadinya aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu.

“Sterilisasi gereja ini merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan sebelum kegiatan kebaktian gereja berlangsung,” papar Kombes Pol Yudo Nugroho Sugianto, kepada wartawan online media ini.

Kasat menjelaskan, anggotanya sudah berkoordinasi dengan petugas pengamanan dari gereja dan memberikan imbauan kepada pengurus gereja, serta jemaat yang hadir, untuk selalu menerapkan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

“Tetap kita berlakukan prokes,” ujarnya.

Ditambahkan Wadanden Gegana, Kompol Mohklis, sterilisasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi jamaah dalam pelaksanaan ibadah Jumat Agung.

Kepala Rumah Tangga Gereja Santo Yoseph, Suhendro mengatakan, untuk Ibadah Jumat Agung besok, gereja masih membatasi jumlah jamaah hanya 300 orang, dari kapasitas normal 1.500 jamaah.

“Sementara jamaah lainnya bisa mengikuti ibadah secara virtual dari rumah, lewat aplikasi zoom,” jelasnya.

Untuk jamaah yang mau langsung mengikuti Ibadah Jumat Agung di Santo Yoseph, kata Suhendro, harus mendaftar lewat WhatsApp ke pengurus gereja, untuk nantinya mendapatkan nomer kursi. Jamaah juga harus mengikuti protokol kesehatan, jika ada jamaah yang dicek suhu badannya di atas 37 derajat, harus bersedia pulang dan mengikuti ibadah dari rumah.

Suhendro juga menjelaskan, setelah sterilisasi dari tim Gegana, Gereja Santo Yoseph akan ditutup sampai besok menjelang pelaksanaan Ibadah Jumat Agung pukul 06.00 WIB.

“Besok juga akan ada tim kepolisian yang berjaga di sini. Hal ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah dan dalam pelaksanaan kebaktian tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan,” tukasnya.

Petugas keamanan gereja, Arief menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan pemeriksaan identitas dan barang bawaan jemaat, sebelum memasuki gereja, untuk mengantisipasi orang-orang yang tidak dikenal, guna menghindari adanya hal yang tidak diinginkan.

“Apa yang kami lakukan ini, sebagai upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap umat Kristiani, dalam melaksanakan ibadah, sehingga para jemaat Kristiani semakin khusuk dan nyaman dalam melaksanakan ibadah,” ujarnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait