BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Satgas TMMD Mempawah Bangga, Tanda Kerja Keras Tidak Sia-Sia

×

Satgas TMMD Mempawah Bangga, Tanda Kerja Keras Tidak Sia-Sia

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Ditengah teriknya matahari Desa Sungai Purun Kecil, anggota Satgas TMMD Reguler Ke-124, Koptu Sukiryanto, tetap semangat memegang cetok dan memplester dinding rumah.

Ia menyampaikan rasa bangganya karena pembangunan rumah layak huni kini telah mencapai 65%.

“Setelah atap selesai, hari ini kami fokus pada plester dan lantai. Meskipun melelahkan, tapi melihat bangunan ini berdiri kokoh membuat kami semua semangat,” ujar Koptu Sukiryanto.

Ia menjelaskan, pembangunan ini menguji kekompakan antara TNI dan masyarakat.

“Warga begitu kooperatif, bahkan beberapa remaja ikut bantu angkut semen dan air. Ini jadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program, tapi gerakan nyata,” tambahnya.

Menurutnya, TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun rasa memiliki dan cinta tanah air dari kegiatan nyata di lapangan.

“Kami tidak sedang bekerja untuk dilihat, tapi untuk memberi dampak. Dan rumah ini akan menjadi warisan kebaikan untuk Pak Rahmad dan keluarganya,” jelasnya.

Koptu Sukiryanto berharap ke depan lebih banyak program seperti ini menyasar desa-desa lain agar manfaatnya makin luas. “TMMD adalah bukti TNI menyatu dengan rakyat,” tuturnya.

Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) oleh Satgas TMMD Ke-124 kini telah mencapai 65%. Hal ini membuat tokoh masyarakat, Juanda Zakaria, angkat bicara soal kemajuan dan semangat gotong royong yang terjalin antara warga dan TNI.

“Saya melihat langsung bagaimana warga dan Satgas bekerja bahu-membahu. Bahkan dari pagi sampai sore, semangat mereka tak pernah surut. Ini luar biasa,” ungkap Zakaria.

Ia mengungkapkan bahwa tidak hanya progres pembangunan yang patut diapresiasi, tetapi juga dampak sosial dari kegiatan ini.

Menurutnya, suasana kekeluargaan dan kebersamaan makin terasa di tengah masyarakat.

“Saya yakin rumah ini bukan hanya akan jadi tempat berteduh bagi Pak Rahmad, tapi juga simbol kebersamaan warga dan TNI,” ujarnya.

Ia berharap pola kerja sama seperti ini bisa diterapkan di kegiatan lain yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.

Dengan capaian saat ini, ia optimis pembangunan akan selesai sebelum TMMD berakhir. “Kami sebagai masyarakat akan terus bantu. Ini wujud rasa syukur dan dukungan kami terhadap program TMMD,” jelasnya.

Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh kembali menunjukkan geliat semangat pembangunan melalui program TMMD Reguler Ke-124.

Hari ini, progres pembangunan rumah layak huni (RLH) yang menjadi salah satu sasaran fisik utama telah mencapai 65 persen. Pemasangan atap telah rampung dan kini Satgas bersama warga mulai mengerjakan proses plester dinding dan pengecoran lantai.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-124, Letkol Inf Benu Supriyantoko mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pembangunan.

“Alhamdulillah hari ini atap sudah selesai terpasang. Ini menjadi penanda bahwa rumah sudah memasuki tahap akhir. Kami optimis, pengerjaan bisa selesai sebelum penutupan TMMD,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja keras Satgas TMMD dan keterlibatan aktif warga menjadi kunci sukses percepatan pembangunan.

“Sinergi yang terjalin tidak hanya mempermudah proses teknis di lapangan, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Plester dinding dilakukan secara gotong royong, disusul pengecoran lantai yang memerlukan tenaga ekstra.

Dansatgas mengingatkan seluruh personel untuk tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja meski waktu terus berjalan.

“Ini bukan hanya soal selesai atau tidaknya, tapi kualitas bangunan yang kita tinggalkan harus benar-benar layak dan bisa digunakan dalam jangka panjang oleh warga penerima manfaat,” terangnya.

Komitmen untuk menghadirkan hunian yang layak bagi warga tidak hanya menjadi slogan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124. Hal itu dibuktikan oleh Pasiter Kodim 1201/Mempawah, Kapten Czi Kiki Gunawan, yang secara langsung turun ke lapangan guna memantau progres pembangunan rumah layak huni (RLH) yang telah mencapai 65 persen.

Dengan mengenakan pakaian dinas lapangan lengkap, Kapten Kiki tampak menyusuri lokasi pembangunan RTLH milik warga bernama Rahmad Sabli.

Ia mengecek struktur dinding, rangka atap yang sudah terpasang, hingga hasil pengecoran lantai yang baru saja dikerjakan oleh personel Satgas TMMD bersama warga.

“Kami tidak ingin hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memastikan rumah ini kokoh dan nyaman dihuni. Karena itu, kami pantau terus agar tidak ada kesalahan teknis,” ujarnya.

Kapten Kiki juga mengapresiasi antusiasme warga yang terus bergotong royong membantu pembangunan.

Menurutnya, sinergi TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama TMMD.

“Kita ini bekerja untuk rakyat, bersama rakyat. Maka kehadiran dan peran aktif warga sangat berarti bagi keberhasilan program ini,” tambahnya.

Dengan sisa waktu pelaksanaan TMMD yang masih berjalan, ia optimis target penyelesaian RTLH bisa dicapai sebelum penutupan program.

“Kami akan terus kawal pembangunan ini hingga tuntas. Insya Allah, sebelum TMMD selesai, rumah ini sudah bisa dihuni dengan layak,” urainya.

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Rahmad Sabli terus berlanjut di bawah program TMMD Ke-124.

Ditengah progres yang telah mencapai 65 persen, Satgas TMMD kini mulai mengerjakan bagian-bagian yang lebih rinci, salah satunya pemolesan pintu rumah. Proses ini merupakan bagian penting dari pembangunan menyeluruh yang terus dipantau dengan cermat.

Pekerjaan pemolesan pintu bukan hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan Satgas dalam menghadirkan rumah yang nyaman dan berkualitas.

“Kami tidak ingin hanya sekadar membangun, tapi memastikan setiap bagian rumah benar-benar layak untuk dihuni,” ujar Serka Supardi, salah satu personel Satgas TMMD yang terlibat dalam pengerjaan tersebut.

Pak Rahmad Sabli, pemilik rumah, turut menyampaikan rasa syukurnya. Menurutnya, perhatian pada detail seperti pintu membuatnya yakin bahwa rumah ini dibangun dengan penuh kepedulian.

“Saya sangat bersyukur. Belum selesai sepenuhnya, tapi saya sudah bisa membayangkan tinggal di rumah yang nyaman dan kuat,” ujarnya.

Dijelaskan Sabli, tahapan pembangunan lainnya juga masih terus berjalan, termasuk plester dinding, pengecoran lantai, dan penyelesaian atap.

“Semua dilakukan secara paralel dengan keterlibatan warga setempat. Suasana gotong royong pun tercipta, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari program TMMD,” terangnya.

Ditambahkan Sabli, dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang penuh semangat, TMMD ke-124 membuktikan bahwa pembangunan tak hanya soal cepat selesai, tapi juga tentang kualitas dan kebermanfaatan jangka panjang bagi warga desa.