MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang meminta Datok Penghulu (Kepala Desa,red) supaya mengusulkan kegiatan yang berskala prioritas atau sangat penting, Rabu (9/3/2022).
Hal tersebut disampaikan Drs. Asra saat membuka Musyawarah rencana pembangunan RKPD tahun 2023 di gedung kantor camat Kecamatan Seruway, Kabupaten setempat.
“Kondisi jalan lintas Seruway yang belum memiliki lampu penerangan jalan umum (PJU). Untuk itu saat ini, bagaimana camat harus berkoordinasi dengan para datok penghulu, agar di setiap Kampung dapat memasang lampu jalan, baik itu swadaya atau lewat dana CSR,” ucapnya.
Keberadaan lampu, tambah Sekda, sangat berguna, terlebih kurang dari sebulan lagi, umat muslim di seluruh dunia akan menyambut hadirnya bulan Ramadhan. Karena itu perlunya perubahan kondisi guna menyongsong bulan mulia tersebut.
“Kondisi mobilitas arus lalu lintas dari dan ke Seruway sangat tinggi. Belum lagi, kita akan menyambut bulan Ramadhan. Keberadaan PJU sangat berguna bagi pengguna jalan, khususnya di malam hari,” jelasnya Asra lagi.
Selain itu, kepasa seluruh aparatur pemerintahan yang ada untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong, karena budaya itu kian hari makin nampak luntur dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat di Bumi Muda Sedia.
“Padahal, budaya gotong royong sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Mari berubah, setiap momen harus ada perubahan. Mari kita berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Asra dihadapan para datok penghulu.
Ia menerangkan, mulai tahun depan, DOKA yang diterima Aceh hanya 1 persen saja, yang tentu berdampak pada pengalokasian dana tersebut kepada pemerintah kabupaten/kota di Aceh.
“Datok penghulu dan masyarakat silakan usulkan kegiatan yang sangat bermanfaat walaupun hanya satu kegiatan, namun memiliki efek atau kontribusi yang sangat besar untuk masyarakat,”pungkas Sekda.
Sementara itu, Camat Kecamatan Seruway, M. Hans Martha Kesuma, menerangkan beberapa usulan hasil dari musrenbang kampung dan kegiatan pra musrenbang kecamatan yang telah digelar.
“Ada beberapa titik yang terus menerus menjadi usulan, yakni infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Untuk itu, dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat diharapkan agar segala kegiatan dapat berjalan dengan maksimal,”imbuhnya.
Kendati demikian, ia menyebutkan, di tahun ini sesuai dengan visi-misi, akan fokus pada pembangunan rumah dhuafa. Melalui pihak kecamatan bersama pemerintah kampung sudah melakukan survei guna pembangunan rumah layak huni tersebut guna diusulkan dalam APBK 2023.
“Untuk pembangunan tanggul Sungai Tamiang akan menggunakan APBA. Selain itu, kita juga mengusulkan kegiatan untuk pembenahan lahan pertanian di Kampung Suka Ramai yang memiliki tanah semi gambut. Meskipun, lahan pertanian Kampung Suka Ramai memiliki tekstur tanah semi gambut, yang senantiasa bergerak, terutama ketika air naik, maka tanaman budidaya di atasnya akan terganggu,”pungkas Camat Seruway.














