MATTANEWS. CO, PALEMBANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Tingkat SMAN Sederajat sudah berlangsung. Saat ini tinggal menunggu saat masuk sekolah atau Masa Orientasi Sekolah atau saat ini lebih dikenal dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“Tahap seleksi sudah kita selesai pada beberapa waktu lalu. Saat ini kita sedang melakukan ujian sekolah untuk kelas 10 dan 11. Jadi pada saat selesai ujian akan masuk waktu libur sekolah. Setelah itu siswa kelas 10 yang baru masuk sekolah untuk MPLS, ” Kata Kepala SMAN 11 Palembang Drs Risman MSi melalui Wakil Humas SMAN 11 Muh Edwar MPd saat ditemui diruang kerjanya Kamis (8/6/2023).
baca juga : Hadiri Haflah Ponpes Ash-Shiddiqiyah ke 34, Camat Lawet Harap Santri Tingkatkan Jenjang Pendidikan
Ia melanjutkan, saat ini siswa masih ujian sekolah. Jadi setelah ujian akan dilaksanakan pembagian raport dan akan libur sekolah. Dimana masuk kembali pada tanggal 10 Juli mendatang. Pada saat inilah siswa baru akan masuk bersama kakak kelasnya.
Sebelumnya ada berbagai rangkaian penerima siswa baru di sekolah ini. Dari mulai tahap seleksi PMPA. Dimana siswa yang diterima melalui jalur PMPA sebanyak 10%. Kemudian tahap Mutasi dan tahap Afirmasi. Dimana pada tahap ini ada sebanyak 5% jalur Afirmasi dan 5% jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua. Lalu jalur Zonasi dimana siswa yang masuk melalui jalur ini sebanyak 30%.
Kemudian terakhir adalah jalur mandiri atau jalur tes. Dimana pada penerima jalur ini paling banyak mencapai 50% dari jumlah daya tampung sekolah. Melalui jalur mutasi ada siswa yang berasal dari daerah Sekayu. Dimana orang tuanya merupakan TNI di daerah tersebut. Akan melakukan tugas di Korem di Palembang.
“Kita sama seperti tahun- tahun sebelumnya. Menerima sebanyak 13 kelas dalam satu kelas sebanyak 36 siswa. Kita merupakan satu dari dua sekolah di Palembang yang melakukan double shift bersama SMAN 21 Palembang. Kami berharap agar dalam waktu dekat ini ada kucuran dana dari pemerintah. Agar dapat melakukan pembangunan di sekolah ini. Sehingga siswa tidak mengalami double shift. Bahkan bisa melakukan kegiatan belajar seperti sekolah lain. Seperti melakukan program full day dimana hanya 5 hari saja melakukan kegiatan belajar disekolah, ” harap dirinya. (Adi)
baca juga : Komisi 4 DPRD Sulbar Dorong Dana CSR BPD Sulselbar ke Sektor Pendidikan














