BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Semarak Pertandingan Voli dan Futsal, Awal Rangkaian Perayaan HUT RI di Desa Bukit Batu

×

Semarak Pertandingan Voli dan Futsal, Awal Rangkaian Perayaan HUT RI di Desa Bukit Batu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Sorak sorai itu menggema sejak siang. Lapangan tanah di tengah Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, berubah menjadi pusat keramaian. Dari kejauhan, deretan bendera merah putih dan umbul-umbul yang berkibar ditiup angin sudah menandakan satu hal: semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sedang berlangsung.

Sejak awal pekan lalu, kemeriahan hari kemerdekaan sudah terasa di desa yang berada di wilayah Pantai Timur Kabupaten OKI ini sendiri. Terutama terjadi hari ini. Warga terlihat datang dengan antusias, tak hanya untuk menyaksikan pertandingan bola voli dan futsal, tetapi juga untuk lebih merasakan kebersamaan yang hanya hadir di bulan kemerdekaan. Momentum ini semakin memantapkan rasa nasionalisme sekaligus bukti bersyukur dan bangga menjadi warga Indonesia.

Menjelang siang, warga terlihat sudah memadati pinggir lapangan. Ada yang sengaja membawa makanan ringan, ada pula yang berdiri sambil menenteng botol air mineral, semangat berkompetisi terasa kental. Masing-masing seolah tak ingin ketinggalan memberikan sorakan untuk tim dukungannya,

“Kalau Agustusan begini rasanya beda. Anak-anak, orang tua, semua tumplek blek di lapangan. Ini momen yang bikin desa terasa lebih seru,” ujar Jumani, salah seorang warga.

Debu yang beterbangan tak jadi soal. Justru menjadi bagian dari irama suasana. Peluit wasit, teriakan penonton, dan sorak kegembiraan menyatu menjadi melodi khas Agustus.

Di lapangan, tim-tim voli putri saling adu keterampilan. Sesekali bola terlepas dari genggaman dan disambut dengan tawa penonton. Sementara itu, di sisi lain, anak-anak muda tengah bersiap memainkan futsal. Kaki-kaki mereka lincah mengiring bola, menembus pertahanan lawan, dan membuat penonton menahan napas sejenak sebelum akhirnya meledak dalam sorakan ketika gol tercipta.

“Deg-degan rasanya main di depan orang sekampung. Tapi justru itu bikin semangat. Menang kalah nomor dua, yang penting kita bisa meramaikan,” kata Dedi (20), salah satu pemain.

Turnamen voli dan futsal ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Bagi warga Desa Bukit Batu, pertandingan adalah bagian dari tradisi merayakan kemerdekaan dengan penuh keakraban.

“Semua datang bukan hanya untuk mendukung tim, tapi juga untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat,” ujar Kepala Desa Bukit Batu, Rumidah, Sabtu (16/8).

Dilanjutkan kades, pertandingan tersebut sebenarnya dibuka untuk umum, tetapi mayoritas peserta berasal dari berbagai warga dusun di wilayah Desa Bukit Batu. Akan tetapi menurut wanita berhijab ini, justru membuat suasana semakin hangat, karena hampir semua penonton mengenal para pemain di lapangan. Dukungan pun terasa lebih personal, lebih bersifat kekeluargaan.

Berdasarkan pantauan, meski pertandingan menjadi sorotan hari ini, persiapan menuju puncak perayaan sudah tampak sejak beberapa hari terakhir. Anak-anak tampak sibuk menghias sepeda mereka dengan pita dan bendera kecil, sementara para pemuda menata panggung sederhana untuk karnaval yang akan digelar besok.

Rumidah lalu melanjutkan perbincangan, ia menjelaskan puncak peringatan HUT Republik Indonesia akan berlangsung Minggu (17/8) besok. Dirinya mengatakan seluruh warga desa akan berkumpul di lapangan sejak pagi. Upacara pengibaran bendera merah putih akan menjadi acara utama, yang kemudian dilanjutkan dengan karnaval, lomba sepeda hias, serta aneka lomba anak-anak yang biasanya akan memenuhi jalan utama desa.

“Setiap tahun perayaan kemerdekaan terasa istimewa. Bukan hanya sekadar bersenda gurau, tetapi sudah menjadi ajang kebersamaan. Disitu ada semangat sportivitas, mendorong kreativitas, dan rasa syukur yang berpadu dalam satu semangat yakni Indonesia Merdeka,” ujarnya.

Bagi warga Desa Bukit Batu, kemerdekaan tidak sekadar diperingati dengan seremonial belaka namun dirayakan dengan penuh kegembiraan, disulam lewat pertandingan, karnaval, dan tawa anak-anak. Dan hari ini, di tengah riuhnya bola voli yang melayang dan futsal yang berkejaran, gema kemerdekaan itu terasa nyata.

Sementara itu, salah seorang Kepala Dusun Jihat Santoso menuturkan dengan semangat bahwa disaat ini lapangan desa bukan lagi sekadar tempat bermain bola, melainkan ruang yang menyatukan semua orang, dari anak-anak hingga orang tua, dalam perasaan yang sama: bangga menjadi bagian dari Indonesia.

“Kalau bukan Agustusan, kapan lagi kami bisa kumpul serame ini? Di sini terasa sekali arti merdeka: kita bisa bersatu, tertawa, dan dengan bangga menjadi warga Indonesia,” tandasnya.