BERITA TERKINI

Sempat Viral Goyang Ambulan, Ternyata Camat Mantangai Tak Beri Izin KKN Mahasiswa IAIN Palangkaraya

×

Sempat Viral Goyang Ambulan, Ternyata Camat Mantangai Tak Beri Izin KKN Mahasiswa IAIN Palangkaraya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KUALA KAPUAS – Pasca beredarnya video aksi goyang Ambulan yabg sempat viral di media sosial (medsos), diketahui mobil ambulance yang digunakan merupakan mobil ambulan Pemerintah Desa Humbang Raya, Kabupaten Kapuas.

Dalam video tersebut, sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berjoget di atas mobil ambulance milik pemerintah.

Aksi yang dilakukan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Humbang Raya,Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas dari IAIN Palangkaraya sangat disayangkan sejumlah pihak.

Salah satu pihak yang menyayangkan aksi tersebut yakni Yubderi, S.Pd.,MA selaku Camat Mantangai.

Ia mengatakan sangat disesalkan dan disayangkan aksi itu dilakukan oleh calon pemegang estafet pemimpin bangsa.

“Nota benenya mereka memiliki wawasan dan kecerdasan intelektual dan sejatinya bisa menjadi panutan dan suritauladan bagi warga masyarakat terutama wilayah tempat mereka KKN,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melarang dan tidak memberi izin kepada pihak kampus IAIN Palangkaraya untuk melakukan kegiatan tersebut.

Hal tersebut dikarenakan mengingat pada saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas tengah berupaya menekan penularan Virus Covid-19 yang sedang melanda negeri ini.

“Oleh karena itu kita selaku perpanjangan tangan Pemkab Kapuas, menjalankan intruksi Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas,agar melaksanakan PPKM level 4,” ujarnya.

Diakuinya, kala itu pihak dari IAIN Palangkaraya sempat datang ke kantornya untuk berkoordinasi terkait Mahasiswa dan Mahasiswinya yang ingin melaksanakan KKN dalam wilayah tugasnya. Namun pada saat itu juga ia menolak dan tidak memberi izin kepada pihak tersebut.

“Sebab seperti kita ketahui bersama Kota Air saat ini sedang berjuang untuk memutuskan mata rantai penularan Virus mematikan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan harusnya pihak IAIN Palangkaraya tidak bersih keras menempatkan mahasiswanya untuk melakukan KKN di Desa Humbang Raya.

“Masih banyak cara lain yang lebih elegan untuk menuntaskan program KKN ini, bisa saja dilakukan dengan zoom virtual atau secara daring, apalagi saat ini kita sudah menapaki industri 4.0. Artinya di zaman tehknologi serba canggih dan moderen saat ini segala sesuatu bisa dilakukan,” katanya.

Ia juga menambahkan, yang terpenting intisari dari tugas yang diemban para generasi penerus bangsa tersebut didapatkan walaupun tidak harus ke lokasi KKN.

“Semoga dengan peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua dan mengambil hikmahnya supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi, tandasnya.