MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Seorang anak balita (Bawah lima tahun) diketemukan tewas tenggelam di kolam lele di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Rabu (12/4/2023).
Diketahui balita tersebut laki-laki berinisial MAS (5) berdomisili di Dusun Baran 2 RT 4 RW 3 Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Resor Tulungagung Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Hartanto, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rejotangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Puji Hartanto, S.Pd., menerangkan tewas tenggelamnya seorang balita tersebut terjadi sekira pukul 17.00 WIB.
“Ya benar, seorang balita berinisial MAS (5) meninggal dunia tercebur di kolam ikan lele ketika asyik bermain bersama temannya,” terang Mantan Kapolsek Kalangbret Polres Tulungagung Polda Jawa Timur kepada media online nasional mattanews.co, Rabu (12/4/2023) Malam.
“Di sekitar kolam ikan lele itu tidak ada pagar pembatas,” imbuhnya.
Dia menambahkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwasanya telah terjadi seorang anak balita tewas tenggelam di kolam ikan lele di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan.
Atas laporan itu, petugas sebelum meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Tulungagung dan tim medis.
“Sesampainya di TKP, petugas meminta keterangan para saksi atas kejadian tersebut. Kronologisnya, kejadian bermula dari korban (MAS) bermain-main dengan saksi AAL dan MA disekitar kolam ikan lele rumahnya,” tambah Perwira Polisi memiliki suara emas itu.
“Saksi Mulyadi mencari keberadaan korban dan menanyakan kepada saksi AAL dan MA keduanya menjawab kalau barusan bermain-main disekitar kolam ikan lele. Bersama warga akhirnya Mulyadi mencari di dasar kolam ikan lele, alangkah terkejutnya melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa,” sambungnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan diketemukan korban sudah tak bernyawa tersebut, Mulyadi dibantu warga sempat membawa ke Rumah Sakit Madinah.
“Hasil pemeriksaan tim medis RS Madina dan tim inafis dari Polres Tulungagung menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen akibat tenggelam dengan ditandai dibibir korban tampak membiru, kuku tangan dan kaki korban membiru, kelopak mata membiru serta tidak ditemukan tanda tanda aniaya atau kekerasan,” terangnya.
Menurut Puji, atas kejadian tersebut Gunarsih merupakan ibu kandung dari korban menyatakan menerim atas kejadian yang merupakan musibah, dan tidak menuntut baik secara pidana maupun perdata, serta memohon agar tidak dilakukan bedah mayat (autopsi.red).














