BERITA TERKINI

Seperti Kesurupan, OAS Nekat 2 Kali Coba Bunuh Diri

×

Seperti Kesurupan, OAS Nekat 2 Kali Coba Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Korban aksi percobaan bunuh diri OAS (25) setelah diberikan pertongan oleh petugas, Foto:Doc Pol/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Seorang pemuda berinisial OAS (25) diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri dirumahnya di Dusun Jabon Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung.

Kejadian tersebut diketahui oleh Maryadi (34) kakak ipar lalu dilaporkan kepada Djariyah (58). Melihat peristiwa tersebut orang tua korban melaporkan ke kantor Kepolisian sektor Kalidawir Polres Tulungagung pada Sabtu 14 Agustus 2021 sekira pukul 15.10 WIB.

Kapolsek Kalidawir AKP Santoso melalui Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Tri Sakti Syaiful Hidayat membenarkan kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban.

“Iya benar, setelah menerima laporan tersebut petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara berada di Dusun Jabon RT 02 RW 01 Desa Jabon Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung,” kata Iptu Tri Sakti Syaiful Hidayat kepada mattanews.co melalui keterangan singkat, Minggu (15/8/2021) Siang.

Iptu Tri Sakti menambahkan, menurut keterangan orang tua korban, aksi percobaan bunuh diri awalnya diketahui oleh Maryadi (34) kakak ipar dari korban pada Sabtu 14 Agustus 2021 sekira pukul 15.00 WIB.

“Jadi begini, kejadian ini berawal korban seperti orang kesurupan berteriak-teriak, tulung tulungono aku, malaikat maut ku teko (Tolong tolonglah aku, malaikat maut ku datang red.). Aksi ini pertama kali diketahui oleh Maryadi (34) kakak ipar mencoba menolong dengan cara menenangkan korban dengan cara memegangi korban, tetapi tetap selalu ingin melepaskan diri bahkan terlalu kuatnya kakak ipar terbanting ke tanah,” tambahnya.

“Korban langsung lari masuk kedalam dapur dan mengambil sebilah sabit lalu mengambil sebuah obeng dan kemudian mengambil sebuah botol bekas tempat kecap lalu korban memukul mukulkan bagian bawah botol ke kepala depan (jidat red.) sehingga mengeluarkan darah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tri Sakti menjelaskan kemudian korban membanting botol tersebut hingga pecah, dengan sebilah sabit korban menyayat ulu hatinya, menyayat kepala bagian belakang, tengkuk, leher, bagian depan hingga badannya penuh dengan darah.

“Selanjutnya, korban berjalan masuk ke dalam rumah lalu ke teras rumah melalui pintu utama rumah sambil berteriak tolong tolonglah aku, malaikatku datang lalu korban jatuh terduduk di teras rumah,” terangnya.

Petugas saat datang guna melakukan olah TKP melihat korban sudah sekarat penuh luka dan ceceran darah dari tubuh korban.

“Barang bukti yang digunakan untuk percobaan diri berupa sabit dan obeng penuh ceceran darah diamankan petugas,” ujar Tri Sakti.

“Korban dievakuasi oleh petugas dibantu keluarga korban dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr.Iskak guna diberikan pertolongan,” sambungnya.

Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, anaknya itu sudah pernah melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

“Keluarga mengetahui aksi percobaan bunuh diri akhirnya dicegah, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tunggangri untuk diberi perawatan, kejadian itu terjadi pada Senin 2 Agustus 2021 sekira pukul 09.00 WIB,” tandasnya.