BERITA TERKINIHEADLINEPOLITIK

Serap Aspirasi Kadek Rudi Sagita Komitmen Wujudkan Harapan Warga Rantau Durian Asli

×

Serap Aspirasi Kadek Rudi Sagita Komitmen Wujudkan Harapan Warga Rantau Durian Asli

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Dalam rangka pelaksanaan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2024-2025, anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Kadek Rudi Sagita, SH., MH., melakukan kunjungan kerja ke Desa Rantau Durian Asli Kecamatan Lempuing Jaya. Reses ini bukan sekadar agenda formal legislatif, tetapi menjadi ruang nyata untuk menyerap dan merespons kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kunjungan ini menjadi cerminan bahwa wakil rakyat dari Dapil VI benar-benar hadir, melihat langsung kondisi lapangan, dan mendengar keluhan rakyat dengan empati dan perhatian. Kehadiran Kadek Rudi Sagita di Desa Rantau Durian Asli bukan hanya membawa harapan, tetapi juga membuka ruang sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Disambut hangat oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai dusun, Kadek Rudi Sagita mendengarkan langsung berbagai keluhan dan aspirasi yang selama ini menjadi perhatian warga. Dalam suasana dialog yang terbuka dan penuh keakraban, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dianggap sangat mendesak dan strategis untuk ditindaklanjuti.

Salah satu usulan utama adalah pembangunan tembok penahan tanah di beberapa titik rawan longsor di wilayah desa. Menurut warga, kondisi geografis yang berada di tepian dataran tinggi dan aliran air menyebabkan ancaman abrasi dan longsor kerap terjadi, terutama saat musim hujan.

“Tembok penahan tanah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi pemukiman dan lahan produktif milik warga,” ujar Rofie, warga setempat.

Selain itu, warga juga menekankan pentingnya pembangunan jalan penghubung antar dusun, khususnya yang menghubungkan Dusun 1, 2, dan 3. Jalan ini merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, pengangkutan hasil pertanian, hingga keperluan mobilitas harian lainnya.

“Saat ini, kondisi jalan tersebut masih berupa tanah dan berbatu, yang sangat sulit dilalui ketika hujan turun. Ketergantungan warga terhadap akses ini sangat tinggi, dan perbaikannya dinilai sangat mendesak,” ungkap Wagiyo.

Tak hanya itu, warga juga mengajukan usulan pembangunan jembatan penghubung desa, terutama yang menghubungkan wilayah Dusun 3. Menurut warga, jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses cepat bagi warga yang hendak menuju pusat desa atau ke wilayah lain. Namun kondisinya memprihatinkan. Seringkali warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual atau menggunakan perahu kecil, yang berisiko tinggi terutama bagi anak-anak dan lansia.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kadek Rudi Sagita menyatakan bahwa reses bukan hanya kegiatan seremonial atau formalitas anggota dewan, melainkan bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Ia berkomitmen penuh untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.

“Apa yang disampaikan masyarakat hari ini adalah kebutuhan riil. Saya tidak hanya mencatat, tapi akan mengawal langsung usulan ini ke dalam mekanisme penganggaran dan program pembangunan kabupaten. Kita tidak ingin ada desa yang tertinggal karena masalah infrastruktur yang bisa kita atasi bersama,” ujar Kadek.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan di pedesaan seperti Rantau Durian Asli harus berbasis kebutuhan nyata warga, bukan sekadar proyek yang datang dari atas. Dalam pandangannya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menjawab persoalan langsung masyarakat,

“Kami akan bawa persoalan ini untuk dibahas dengan pemerintah daerah. Kami yakin akan diwujudkan karena sejatinya setiap rupiah anggaran daerah harus bermuara pada kemaslahatan rakyat, termasuk rakyat desa terpencil yang selama ini mungkin kurang tersentuh pembangunan,” tandasnya.