Sidang Gugatan Warga Kabupaten Blitar ke PT Greendfield Digelar 12 Hari Lagi

  • Whatsapp
PT Greenfields yang diduga mencemari air di sekitar pabriknya (Robby / Mattanews.co)
PT Greenfields yang diduga mencemari air di sekitar pabriknya (Robby / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, BLITAR – Warga yang terdampak limbah kotoran sapi PT Greenfields Farm 2 di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Blitar Jawa Timur (Jatim).

Pihak yang digugat yaitu, PT Greenfields Farm 2 dan Gubernur Jatim sebagai tergugat I dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur sebagai tergugat II.

Bacaan Lainnya

Joko Trisno Mudiyanto, kuasa hukum warga mengatakan, jadwal sidang pertama gugatan akan digelar pada tanggal 21 Juli 2021 mendatang.

“Sidang akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Blitar dengan nomor perkara : 77/Pdt.G/PNBlt,” ucapnya, Jumat (9/7/2021).

Dalam gugatan tersebut, kliennya menuntut ganti rugi karena PT Greenfields yang sudah membuang limbah ke sungai, selama dua tahun terakhir.

Apalagi efek dari limbah kotoran sapi tersebut, sudah mencemari lingkungan di sekitar rumah warga.

Lalu, ada beberapa tuntutan warga yang terdampak adanya peternakan PT Greenfields Farm 2. Warga yang menggugat, tersebar di Desa Tegalsari, Ngadirenggo, Tembalang, Sumberurip yang terdiri dari 258 kepala keluarga (KK).

Akibat adanya limbah kotoran sapi yang dibuang ke sungai membuat lingkungan, pertanian, dan perikanan terdampak.

“Warga menuntut miliaran rupiah, akibat pembuangan limbah ke sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, sudah melayangkan surat peringatan pada PT Greenfields Farm 2.

Surat peringatan pertama pada tanggal 7 Juni 2021, dengan memberikan waktu tujuh hari pada PT Greenfields untuk tidak membuang limbah ke sungai. Kenyataannya PT Greenfields tetap membuang limbah ke sungai.

Pemkab Blitar kembali melayangkan surat teguran pada tanggal 29 Juni 2021 lalu, namun masih ditemukan limbah di aliran sungai.

“Berdasarkan rekaman video dan bukti di lapangan, masih ditemukan limbah PT Greenfields di sungai Sungai Genjong oleh warga Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi,” ujarnya.

Politisi PAN ini menilai, PT Greenfields sudah ingkar janji terhadap surat pernyataan yang mereka buat.

Padahal sesuai dengan Surat Pernyataan yang dibuat PT Greenfileds Indonesia Nomor 024/ESG-DF/GI/V/2021 tertanggal 27 Mei 2021, PT Greenfields berkomitmen untuk ikut melestarikan lingkungan.

Yang berisi, PT Greenfields tidak akan membuang limbah ke sungai. Surat pernyataan ini bermaterai Rp10.000, yang ditandatangani oleh Direktur PT Greenfields, Heru Setyo Prabowo.

“Saya prihatin dengan yang dialami warga terdampak selama dua tahun ini,” ungkapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait