BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Simbol Perjuangan Monumen Hamid Roesdi Terletak di Wonokoyo Malang

×

Simbol Perjuangan Monumen Hamid Roesdi Terletak di Wonokoyo Malang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Sebuah simbol perjuangan berdiri gagah yaitu monumen Hamid Rusdi yang terletak di Kampung Durian Wonokoyo, Malang Jawa Timur.

Monumen Hamid Roesdi, merupakan simbol perjuangan Pahlawan tiga zaman, Mayor Hamid Rusdi yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah Belanda pada 8 Maret 1949.

Perlu diketahui bersama bahwa Hamid Rusdi dikenal sebagai pencetus bahasa walikan khas Kota Malang, yang saat ini menjadi bahasa prokem di kalangan warga Kota Malang dan ciri khas bahasa Aremania, suporter klub Arema FC.

Pada saat itu bahasa walikan digunakan sebagai kode untuk mengelabui penjajah Belanda dan menyamarkan komunikasi antar pejuang.

Lebih dalam mengenai bahasa walikan tersebut digunakan pahlawan hamid rusdi dan para pejuang saat berperang pada jaman penjajahan mengapa demikian.

Bahasa walikan atau lebih di kenal “osob kewalan” (bahasa yang dibalik cara membacanya) adalah sebagai kode agar penjajah tidak mengetahui siasat para pejuang untuk melumpuhkannya saat itu.

Monumen Hamid Rusdi dibangun untuk mempercantik tugu yang sebelumnya sudah ada di lokasi tepat Ia gugur di medan perang.

Dengan berdirinya monumen tersebut bakal menjadi simbol pengembangan wisata di Kampung Durian Wonokoyo. Beberapa waktu lalu, Walikota Malang, Wahyu Hidayat, meresmikan penanaman 1000 pohon durian di sekitar monumen.

Monumen ini mempertegas bahwasanya tugu tersebut agar supaya lebih menarik wisatawan dan menciptakan destinasi pariwisata perjuangan yang ada di Kota Malang.

Terlebih, simbol monumen ini selain untuk pengembangan wisata yang sekarang juga dikembangkan yakni kampung durian Wonokoyo.

Monumen patung Hamid Rusdi merupakan karya dari seniman patung Muhammad Lugman yang juga alumni dari Seni Rupa (SAMIN: sanggar minat) IKIP Malang menuturkan bahwa pihaknya sangat senang sekali mengerjakan patung ini.

“Saya mengerjakan patung ini dimulai pada bulan Agustus 2025 hingga November, saya pakai media semen, mengapa semen karena saya kepingin menampilkan karakter dari patung itu sendiri agar nampak kuat teksturnya, selain itu kelihatan akan tampak natural,” jelasnya, Minggu (30/11/2025).

Selain itu, Lugman mengaku sangat mengenal karakter dari masyarakat kota Malang, Bagi dirinya Malang merupakan rumah kedua selain temaot kelahirannya Kediri.

“Saya sangat kenal dengan Kota Malang karena dulu lama di kota ini, mulai dari kuliah sampai mendirikan sebuah galeri seni ART FAMILY STODIO bersama rekan-rekan yang berdiri di jalan Jakarta Dalam 136 waktu itu, akhirnya Malang seperti rumah kedua saya disini meski saya berasal dari Kediri,” tuturnya.

Pihaknya berharap karyanya ini bisa memberikaan edukasi terhadap generasi muda maupun generasi millenial atu gen z kedepan.

“Dengan berdirinya monumen Hamid Roesdi ini semoga para muda bisa lebih mengenal pahlawannya bahwa ini lho pahlawan dari Malang dan ini lho pencetus boso walikan, saya yakin masih banyak anak muda yang belum paham asal usul dari itu semua,” tandasnya.

Data Pahlawan Hamid Rusdi

Nama : Hamid Rusdi
Tempat Lahir : Sumbermanjing Kulon, Pagak, Malang
Tahun Lahir : 1911
Tahun Gugur : 1949
Pangkat : Mayor
Jabatan: Komandan Batalyon I Resimen Infanteri 38 Jawa Barat Peran : Pencetus bahasa walikan khas Kota Malang
Lokasi Gugur : Wonokoyo, Malang