NUSANTARA

Sirkulasi Beras Bulog Tersendat, Perpadi Tulungagung Minta Dilibatkan Program Bansos BPNT

×

Sirkulasi Beras Bulog Tersendat, Perpadi Tulungagung Minta Dilibatkan Program Bansos BPNT

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG  – Persatuan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) Cabang Tulungagung mengatakan bahwa kisaran dalam 2 tahun terakhir ini serapan beras pada Perusahaan umum (Perum) Badan urusan logistik (Bulog) Cabang Tulungagung sangat lemah.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Perpadi Cabang Tulungagung, Nuryadin kepada Mattanews.co usai mendampingi Bupati Tulungagung sidak di gudang Bulog Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, Senin (10/5/2021).

“Mengapa sangat lemah, sekarang dapat kita lihat untuk ketersediaan stok beras sangat melimpah di gudang Bulog Desa Pulosari ini,” kata Dia.

“Begini, untuk serapan beras Bulog untuk 2 tahun terakhir sangat lemah, sedangkan Bulog sendiri berkewajiban untuk terus menerima barang dari petani,” imbuh Pria seorang Perangkat Desa Bangunjaya Kecamatan Pakel.

Nuryadin menambahkan bahwa ketersediaan stok beras Tahun 2018 (untuk beras Luar Negeri red.) saat ini masih tersisa banyak di Gudang penyimpanan, dan sama sekali belum terserap.

“Jadi begini, di gudang Bulog stok masih banyak, sedangkan institusi tersebut masih mempunyai kewajiban untuk menerima beras dari petani lokal,” tambahnya.

“Sebenarnya pada tahun 2020 lalu, bersama pengurus Perpadi Tulungagung yang lain sudah mengadu ke Bupati Tulungagung agar Bulog melibatkan kembali terkait pengadaan Beras untuk Bantuan sosial program dari Kementrian sosial Republik Indonesia dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mengapa demikian, karena program tersebut dirasa sangat mempengaruhi sirkulasi dan perputaran stok beras Bulog,” sambungnya.

Lebih lanjut Nuryadin menjelaskan bahwa pada tahun lalu sudah kita melaporkan kepada Bupati, namun hingga kini belum ada tindak lanjut, dan dalam kesempatan ini, pihaknya menyampaikan kembali kepada Beliau (Bupati red.) agar dapat menjadi catatan khusus.

“Dengan kondisi begini, selain mengadu kepada Bupati, pihaknya juga sudah berkali-kali melayangkan surat aduan kepada Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, namun hingga saat ini hasilnya juga kosong (Nol red.). Terlebih, saat pihaknya menghubungi Komisi C selalu tidak direspon,” jelas Nuryadin dengan nada kesal.

“Sebenarnya pihaknya itu sangat realistis tidak meminta semuanya, namun, kita ini tolong dilibatkan dalam BPNT walaupun hanya separo saja,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo mengatakan bahwa program BPNT mengacu pada aturan yang terdahulu itu jelas bahwa Beras harus melibatkan Bulog.

“Namun demikian, terkait untuk aturan terbaru tidak menjelaskan hal tersebut. Jadi begini, Pemerintah tetap masih membutuhkan kajian-kajian lebih dalam guna merumuskan sebuah kebijakan itu,” kata Bupati Maryoto.