BERITA TERKINI

SMP N 1 Tulungagung Juara 1, Angkat Kisah Kejayaan Majapahit dalam Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2025

×

SMP N 1 Tulungagung Juara 1, Angkat Kisah Kejayaan Majapahit dalam Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2025

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan menjadi panggung kebanggaan bagi SMP Negeri 1 Tulungagung.

Sekolah tersebut sukses menyabet Juara 1 berkat penampilan spektakuler para siswa yang membawakan busana adat dari berbagai provinsi dan kisah sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit.

Antusiasme masyarakat pecah ketika rombongan SMP Negeri 1 Tulungagung melintas di podium kehormatan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Hadir langsung menyaksikan Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., bersama Istri dan jajaran Forkopimda setempat. Para pejabat daerah itu tak ragu memberi apresiasi dan menyapa hangat penampilan siswa-siswi tersebut.

Penampilan siswa dan siswi SMPN 1 Tulungagung tampil memukau sebagai Raden Wijaya dan permaisuri pada Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2025 di Tulungagung Jawa Timur membuat kagum ribuan penonton turut menyaksikan pawai tersebut.

Semangat Persatuan dari Warisan Majapahit

Pawai tahun ini mengusung tema “Raden Wijaya, Pendiri Kerajaan Majapahit”, yang dipilih untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Melalui display budaya, pertunjukan seni, hingga representasi sejarah, SMP Negeri 1 Tulungagung berhasil menghadirkan nuansa edukatif sekaligus hiburan memukau bagi ribuan penonton.

Plt Kepala SMP Negeri 1 Tulungagung, Drs. Heni Hendarto, M.Pd., mengaku bangga atas capaian siswanya. Menurutnya, kemenangan tersebut bukan sekadar soal prestasi, melainkan juga pesan moral bagi generasi muda.

“Terima kasih anak-anak yang kucintai atas semangat kebersamaan ini. Juara 1 bukan tujuan utama, melainkan bagaimana kita bisa memberikan edukasi sejarah kepada masyarakat. Generasi muda tidak boleh melupakan warisan leluhur: berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” tegas Heni dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).

Lebih lanjut, Heni menegaskan bahwa pengangkatan tema Raden Wijaya sebagai raja pertama sekaligus pendiri Majapahit diharapkan bisa menjadi pengingat akan peran Majapahit sebagai pemersatu Nusantara. Selain itu, kegiatan pawai juga membawa dampak positif terhadap sektor seni budaya dan UMKM lokal di Tulungagung.

Pesan Tegas untuk Generasi Muda

Menurut Heni, Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2025 membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar kenangan masa lalu. Kejayaan Majapahit adalah cermin sekaligus pelajaran berharga: persatuan di tengah keberagaman adalah kunci kekuatan bangsa.

“Dan dari Tulungagung, melalui semangat siswa SMP Negeri 1, pesan itu kembali bergema:

Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan, tetapi harga mati yang wajib dijaga!” pungkasnya.