BERITA TERKINI

Sudah Hampir Sepekan, Solar Mulai Langka di Kabupaten Tulungagung

×

Sudah Hampir Sepekan, Solar Mulai Langka di Kabupaten Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan hingga 500 meter dari SPBU Jepun Tulungagung, Senin (18/10) malam Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dialami beberapa Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Seperti yang terjadi di SPBU Pertamina 54.662.25 jalan Mayor Sujadi 146 Keluruhan Jepun Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung.

Antrean kendaraan rata-rata didominasi bus dan truk mengular hingga 500 meter dari SPBU tersebut.

Kelangkaan BBM jenis solar ini diakui oleh seorang sopir truk colt diesel bernama Edy Susanto (40) alamat Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung mengatakan mengantre di SPBU Jepun bersama puluhan kendaraan lainnya mulai pukul 16.00 WIB.

“Jadi begini, saya antre mulai pukul 16.00 WIB bersama kendaraan lainnya, informasi dari petugas SPBU Jepun akan dilayani nanti pukul 22.00 WIB setelah truk Pertamina sudah melakukan pengisian di SPBU tersebut,” kata Edy kepada mattanews.co di sela-sela antrean yang mengular tersebut, Senin (18/10/2021) Malam.

Edy menambahkan, sebelum melakukan antrean di SPBU Jepun ini sudah berhenti di beberapa SPBU di Tulungagung namun selalu kosong untuk BBM jenis solar.

Salah satu sopir truk gandeng yang mengantre BBM jenis solar di SPBU Jepun Tulungagung, Selasa (19/10) Dini hari, Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

“Iya benar, tadi saya berhenti di SPBU di Ngantru depan Puskesmas, Pinggirsari, Rejoagung, Bago bahkan di dekat terminal bus Gayatri selalu dijawab kosong untuk BBM jenis solar,” tambahnya.

Kelangkaan BBM jenis solar, Edy menduga sepertinya terjadi di beberapa SPBU di Kabupaten Tulungagung.

Hampir dalam sepekan ini di Tulungagung merasa kesulitan mengisi BBM jenis solar.

“Dugaan saya memang mulai langka untuk BBM jenis solar hampir sama terjadi beberapa kota yang lainnya,” terangnya.

Hal serupa dikatakan seorang sopir truk gandeng Aripan (57) Desa Plandaan mulai mengantre di SPBU Jepun mulai pukul 21.00 WIB.

“Dilayani jam berapa belum tahu, katanya menunggu kiriman pasokan BBM jenis solar,” katanya.