Sutinah Suhardi Kunjungi Puluhan Anak-Anak di Tenda Pengungsian Stadion Manakarra Mamuju

  • Whatsapp
Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M.Si mengunjungi anak-anak pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa, (2/3/2021).
Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M.Si mengunjungi anak-anak pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa, (2/3/2021).

MATTANEWS.CO, SULBAR- Sebagai bagian dari program 100 hari kerja, Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M.Si mengunjungi anak-anak pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa, (2/3/2021).

Kunjungan yang dilaksanakan pada hari kedua ia bekerja sebagai Bupati ini merupakan perwujudan dari salah satu poin kerja 100 hari pertama, yakni penanganan pasca gempa.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Mamuju menyambangi dua tenda tempat berlangsungnya kegiatan belajar pengungsi anak. Disambut oleh Mikel Kelvin, perwakilan Maximum Bonum, Sutinah memberikan dukungan kepada sejumlah anak yang berada di tenda pengungsian. Ia berdialog dengan anak-anak, menanyakan kabar dan memberikan support untuk mereka.

Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M.Si mengunjungi anak-anak pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa, (2/3/2021).
Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH. M.Si mengunjungi anak-anak pengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa, (2/3/2021).

“Harus tetap rajin belajar, nak, ya?,” pesannya. Berdasarkan update info pengungsi dari Dinas Sosial Kabupaten Mamuju per 1 Maret 2021, terdapat 211 orang pengungsi yang masih menghuni tenda di dalam Stadion Manakarra, dengan detail sebanyak 68 kepala keluarga. 80 di antaranya adalah anak-anak, 4 lansia, 126 dewasa, dan 1 orang ibu hamil. Sementara 488 jiwa dari 133 KK mengungsi di luar stadion; 154 anak-anak, 329 orang dewasa, 4 lansia, juga 1 ibu hamil.

Diwawancarai secara terpisah, Widia, salah seorang relawan pengajar mengemukakan bahwa mereka memberikan layanan di empat bidang, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bidang hukum. Widia memaparkan bahwa dalam menerima pelajaran, anak-anak pengungsi dikelompokkan berdasarkan usia. Sejauh ini Widia tidak menemui kendala berarti selama menjalankan aktivitas sebagai relawan pengajar.

“Saya bahagia melihat adik-adik korban gempa bisa kembali tersenyum.”terangnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait