[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Mabes Polri dipastikan akan memeriksa Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri. Pemeriksaan terkait kasus dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, Mabes Polri telah menurunkan tim untuk memeriksa Kapolda Sumatra Selatan Irjen Eko Indra Heri.
“Berkaitan dengan Kapolda Sumsel, ini dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal, adalah dari Inspektorat Pengawasan Umum, Pengamanan Internal, serta Divisi Profesi dan Pengamanan Khusus,” katanya dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021) kemarin.
Argo menjelaskan Polri ingin mengetahui peristiwa itu secara jelas dengan mengklarifikasi Irjen Eko. Pemeriksaan akan dilakukan secara internal.
“Ya tentunya kami ingin melihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagaimana, dan itu ranah daripada klarifikasi internal,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Tim pengawasan dan pemeriksaan khusus (Wasriksus) Polri telah terbang ke Palembang, Sumsel, Kamis (5/8/2021) pukul 13.45 WIB. Tim dipimpin Irjen Pol Agung Wicaksono, Irwil V Brigjen Pol Hotman Simatupang, Kombes Pol Agus Syaiful dan Kombes Pol Heri Purwoko.
Tim diagendakan tiba pukul 15.00 WIB di Markas Polda Sumsel, Palembang, untuk agenda audit investigasi atau pendalaman.
Dalam upaya klarifikasi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri akan didampingi Direktur Intelijen dan keamanan Kombes Pol Ratno Kuncoro. Lalu Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Hisar Siallagan, Kepala Bidang Propam Kombes Pol Dedi Sofiandi dan Kepala Bidang Humas Kombes Pol Supriyadi.
Sebelumnya Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari sumbangan Rp 2 triliun oleh keluarga almarhum Akidi Tio.
“Saya memohon maaf kepad seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus Kapolri, kepada masyarakat Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh agama, dan terkhusus unsur Muspida,” ujar Kapolda, Kamis (5/8/2021).
Irjen Pol Eko Indra Heri juga mengakui jika dirinya salah. Sebagai seorang manusia, ia mengaku memiliki kelemahan, sebagai individu.
“Mulanya, ketika ibu Kadinkes menhubungi saya dan memberi tahu akan ada sumbangan dari Keluarga Akidi yang disampaikan Prof Hardi, sehingga sifatnya pribadi kepada saya,” kata Irjen Pol Eko Indra Heri.














