Ternyata, Ini Arti Batu Prasasti Berbentuk Alat Kelamin di Tanah Datar

  • Whatsapp
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar Teguh Hidayat menjelaskan temtang sejarah dan makna batu prasasti berbentuk alat kelamin yang ditemukan di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar Sumbar (M Rafi / Mattanews.co)
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar Teguh Hidayat menjelaskan temtang sejarah dan makna batu prasasti berbentuk alat kelamin yang ditemukan di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar Sumbar (M Rafi / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Batu prasasti berbentuk alat kelamin pria ditemukan warga Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) di areal perkebunan warga yang sudah ditutupi semak-belukar.

Batu setinggi dua meter dan berdiameter 60 sentimeter itu, juga diyakini sebagai batu nisan kuno. Di mana, makna bentuk batu prasasti tersebut menandakan yang dimakamkan di atas batu adalah jenasah berjenis kelamin laki-laki.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar Teguh Hidayat menjelaskan dalam istilah arkeologi, batu prasasti itu disebut batu tagak tipe phallus atau batu perkasa. Menurutnya, batu prasasti tersebut pernah ditinjau di tahun 2017 lalu dan statusnya masuk benda diduga cagar budaya.

“Namun perlakuannya sama dengan benda cagar budaya sesuai Undang-Undang No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya,” ucapnya, Minggu (24/1/2021).

Pada awalnya, batu prasasti berbentuk alat kelamin pria itu melambangkan kesuburan bagi masyarakat prasejarah di Tanah Datar Sumbar.

Lalu, bentuk phallus tersebut digunakan untuk batu nisan bagi makam warga sekitar berjenis kelamin laki-laki. Jika makam jenasah perempuan, maka batu nisannya berbentuk pipih seperti pedang.

Batu tagak phallus di Kabupaten Tanah Datar Sumbar, berada di pandam pakuburan yang diistilahkan dengan puun. Dari informasi masyarakat, puun berasal dari kata ‘puhun’ yang berarti permohonan doa.

“Seiring berjalannya waktu, aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di tempat itu, secara perlahan berubah menjadi nama tempat yakni puun,” katanya.

Batu tagak di lokasi tersebut, lanjutnya, merupakan tanda makam yang terlihat pada orientasi nisan makam yang sudah Utara-Selatan atau menghadap kiblat. Lokasi penemuan batu prasasti di Kabupaten Tanah Datar tersebut, merupakan kawasan makam kuno.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait