MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Diduga jadi korban pemukulan pada saat kericuhan debat calon Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) dihalaman parkir hotel Novotel Jalan R Sukamto Kota Palembang, tim pemenangan paslon nomor urut 2 lapor ke Polda Sumsel, Kamis (31/10/2024).
Dalam debat perdana tersebut diketahui ada tiga pasangan Kepala Daerah di Musi Rawas Utara (Muratara) yang mencalonkan diri yang diselenggarakan pada hari Selasa, 29 Oktober 2024 kemarin.
Pasangan nomor urut 1 Syarif Hidayat-Gusti Rohmani, kemudian pasangan nomor urut 2 Devi Suhartoni-Junius Wahyudi, dan pasangan nomor urut 3 Firsa Lakoni-Efriyansyah.
Tak terima korban yang merupakan tim pemenangan paslon nomor 2 melapor ke SPKT Polda Sumsel, terkait aksi pemukulan yang dialaminya.
“Awalnya kami berada di belakang dan mendapatkan informasi adanya keributan di parkiran tersebut,” ujar Arias, tim pemenangan nomor urut 2, Kamis, 31 Oktober 2024.
Arias mengatakan, saat ia mendekat dan berusaha melerai keributan tersebut namun tiba tiba datang seseorang berinisial R diduga dari tim nomor 3 memukulnya.
“Kami ada bukti video rekaman bahwa R ini merupakan sopir dari paslon nomor urut 3, dan dia memukul saya pada saat kejadian,” katanya.
Ia menjelaskan, terlapor R ini pada saat kejadian datang dari arah belakang dan memukul bagian kepalanya sebanyak dia kali lalu pergi.
“Saya juga tidak begitu tahu awal mula keributan tersebut, dan akibat kejadian itu saya mengalami memar dan sudah membuat laporan ke Polda Sumsel. Dengan laporan yang dibuat ini, saya berharap agar dia dapat bertanggungjawab atas perbuatannya dan kasus ini segera ditindaklanjuti,” tandasnya.
Pada saat dikonfirmasi, Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Masih dalam proses penyelidikan,” singkatnya.
Sementara itu laporan korban bernama Arias sudah diterima oleh SPKT Polda Sumsel berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1221/X/2024/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN tanggal 30 Oktober 2024 pukul 03.03 WIB.














