BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Tiga Warga Desa Semeteh Ditembak OTK, Pelaku Diduga Gunakan Senjata Api

×

Tiga Warga Desa Semeteh Ditembak OTK, Pelaku Diduga Gunakan Senjata Api

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penembakan terhadap warga Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Dalam aksi penyerangan tersebut, pelaku diduga menggunakan senjata api (senpi) rakitan.

Peristiwa berdarah itu menyebabkan dua warga mengalami luka tembak, sementara satu orang lainnya mengalami luka di bagian kepala. Ketiga korban diketahui merupakan warga Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan.

Korban luka tembak masing-masing bernama Edo (45) dan Haidir Sansai (30). Keduanya langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara satu korban lainnya, Firdaus, mengalami luka di bagian kepala. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah luka yang dialami Firdaus akibat benda tumpul atau serpihan peluru.

Aksi penyerangan terjadi di Dusun VI Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, ketiga korban sedang berkumpul di rumah salah satu korban sebelum didatangi para terduga pelaku.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitia Prananta melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Hendrawan membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan sekaligus memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan itu.

“Benar, telah terjadi tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan dan penembakan yang menyebabkan dua orang mengalami luka tembak,” ujar AKP Hendrawan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kronologis kejadian bermula saat para terduga pelaku datang menggunakan dua unit mobil, yakni Mitsubishi Triton warna silver dan Toyota Yaris warna orange ke rumah salah satu korban.

Setibanya di lokasi, salah seorang terduga pelaku langsung menantang sekaligus memarahi korban Edo dan Sansai. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak.

Tak lama kemudian, keributan berubah menjadi aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang berujung pada penembakan menggunakan senjata api rakitan.

Akibat kejadian tersebut, korban Haidir Sansai mengalami luka tembak pada bagian lengan kanan, sedangkan korban Edo mengalami luka tembak di bagian leher sebelah kanan. Sementara Firdaus mengalami luka di kepala saat insiden berlangsung.

Usai kejadian, warga bersama keluarga langsung mengevakuasi para korban ke Puskesmas Muara Lakitan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisi korban luka tembak membutuhkan penanganan lebih lanjut, Edo dan Sansai kemudian dirujuk ke RS AR Bunda Kota Lubuk Linggau.

Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif penyerangan tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari para saksi serta memburu para pelaku yang diduga melarikan diri usai kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.