BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Pulau Majang 116, 8 Hektar Lahan Gambut Terbakar

×

Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Pulau Majang 116, 8 Hektar Lahan Gambut Terbakar

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tanjung Hantu, Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari TNI-Polri, TNDS, dan Manggala Agni serta unsur masyarakat sadar api

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi tim gabungan yang solid.

“Alhamdulillah, setelah penanganan intensif selama kurang lebih lima hari, api berhasil dipadamkan. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±116,8 hektare, dengan jenis lahan gambut yang mudah terbakar,” ujar Iptu Jamali kepada wartawan, Senin (30/3)

Jamali menjelaskan bahwa tim gabungan telah melakukan pengecekan titik api di lokasi kebakaran sejak Minggu, 29 Maret 2026 dan seluruh rangkaian kegiatan pengecekan selesai pada pukul 18.00 WIB dalam situasi aman, lancar, dan kondusif

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di kawasan hutan dan perairan, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.”

Dugaan sementara kebakaran disebabkan aktivitas masyarakat luar yang melakukan kegiatan mencari ikan di kawasan danau tanpa memastikan api benar-benar padam.

“Kami akan terus melakukan pemantauan di lokasi bekas kebakaran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” tambahnya.

Iptu Jamali juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras dalam menangani karhutla ini.

“Sinergi lintas instansi ini diharapkan terus terjaga sebagai langkah preventif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah meluasnya Karhutla di wilayah konservasi TNDS.” tutup Jamali

Sementara itu, Danramil 1206-04/Badau Kapten Inf Mahfud Sabban melalui Babinsa di lapangan Koptu Dian Abdul Malik menyampaikan bahwa patroli terpadu ini akan terus ditingkatkan, terutama memasuki musim kemarau.

“Kami tidak ingin kecolongan, sinergi antar instansi dan kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar wilayah Badau bebas dari kabut asap,” ujarnya.

Dikatakan Koptu Dian situasi di lokasi yang diperiksa telah dinyatakan aman dan titik api yang terpantau telah berhasil ditangani serta dilakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam tanah (gambut).

Koptu Dian Abdul Malik juga menambahkan upaya yang kami lakukan selain terjun langsung ke titik api, kami juga bekerjasama dengan instansi terkait memberikan edukasi bahaya karhutla dan sanksi hukumnya bagi yang melakukan dengan sengaja.

“Kami juga memastikan akses jalan terdekat dan sumber air apabila sewaktu – waktu ada terjadinya Karhutla (Api membesar), “pungkasnya mengakhiri. (*)