BeritaBERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Tim Patroli Terpadu Pantau Potensi Karhutla di Muara Medak Bayung Lencir

×

Tim Patroli Terpadu Pantau Potensi Karhutla di Muara Medak Bayung Lencir

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MUBA – Tim Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melakukan pemantauan di wilayah rawan Karhutla, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Patroli tersebut melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin, TNI, Polri, serta Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) Desa Muara Medak. Tim di lapangan dipimpin Alfarobi selaku Ketua Tim (Katim), didampingi Pangky Prabowo dari Manggala Agni, Sertu Rock Kameron dari TNI, Aiptu Afrizal dari Polri, dan Ahmad Rifai dari MPA.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kondisi cuaca di Desa Muara Medak saat patroli didominasi cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar 31°C hingga 34°C. Kondisi tersebut turut berdampak pada tingkat kekeringan lahan di wilayah yang dipantau.

Tim mencatat vegetasi berupa semak belukar dan pohon sepang di atas lahan mineral seluas 1,5 hektare dalam kondisi berkadar air rendah atau kering. Berdasarkan hasil pemantauan tim, area tersebut dikategorikan memiliki potensi kebakaran tingkat sedang.

Selain kondisi vegetasi, tim juga menemukan adanya penurunan tinggi muka air pada sumber air utama di wilayah tersebut. Kanal yang dipantau memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar 2 meter, dengan tinggi muka air tersisa sekitar 95 centimeter dari kedalaman total sekitar 230 centimeter.

Meski kondisi lahan dan vegetasi mulai mengering, hasil pemantauan menunjukkan belum terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Desa Muara Medak.

Bhabinkamtibmas Desa Muara Medak, Aiptu Afrizal, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada warga terkait bahaya membakar lahan. Pendekatan ini penting agar masyarakat, terutama para pekebun, benar-benar paham dampak buruk yang ditimbulkan dan bersama-sama menjaga wilayah kita dari ancaman kebakaran,” ujar Aiptu Afrizal, Rabu (30/9/2026).

Sementara itu, Kapolsek Bayung Lencir, AKP Kosim, S.H., mengatakan personel di wilayah rawan Karhutla diarahkan untuk meningkatkan deteksi dini dan langkah pencegahan.

“Sesuai arahan pimpinan, kami meminta seluruh jajaran, terutama Bhabinkamtibmas, untuk aktif turun ke desa-desa rawan karhutla. Kami mengimbau keras kepada korporasi maupun masyarakat mandiri agar tidak ada lagi yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sanksi hukum yang berat menanti bagi siapa saja yang terbukti sengaja memicu kebakaran,” tegas AKP Kosim.

Pemantauan kondisi lahan, ketersediaan sumber air, serta sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Bayung Lencir.

Penulis: JOE MATTANEWS.CO