MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Hujan tak lagi jadi momok. Bau tak sedap tak lagi jadi keluhan. Kamis-Jumat, 16-17 Juli 2026. Dua hari. Dua sasaran. Satu semangat: “Membangun dari yang paling dasar.”
Di bawah komando Kodim 1206/Putussibau, Satgas TMMD Reguler Perbatasan Ke-129 resmi menggeber pengerjaan fisik secara serentak. Targetnya jelas Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pembangunan MCK untuk warga di wilayah perbatasan.
Ini bukan sekadar proyek. Ini adalah misi kemanusiaan. Sejak TMMD ke-129 dibuka awal minggu ini, suara palu dan gergaji sudah terdengar di pelosok Kapuas Hulu.
Personel TNI dari berbagai matra bersama warga langsung tancap gas. Tahap pertama membongkar struktur bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Tahap kedua menanam fondasi baru. Tahap ketiga mendistribusikan semen, batako, pasir, dan seluruh material ke rumah-rumah penerima manfaat.
Program RTLH ini adalah wujud nyata TNI bersama Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera. Tujuannya satu hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, menegaskan ini adalah prioritas utama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar.
“Membangun infrastruktur jalan dan jembatan memang sangat penting untuk konektivitas, namun menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan bermartabat bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu merupakan panggilan pengabdian yang tidak kalah mendasar, “kata Dansatgas TMMD Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.
Lanjut Dansatgas, kami ingin memastikan penerima manfaat dapat menempati rumah yang kokoh dan tidak bocor lagi saat hujan melanda.
24 jam kemudian, semangat yang sama menyala di tempat lain. Jumat, 17 Juli 2026. Dusun Belatung, Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir.
Di halaman Gereja Santo Mikael, sejak pagi buta cangkul sudah menghantam tanah. Satgas TMMD Kodim 1206/Psb bersama warga bahu-membahu membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Penggalian pondasi, pemasangan rangka, penyiapan material. Semua dikerjakan tanpa lelah. Tawa dan keringat bercampur. Tak ada jarak antara prajurit dan masyarakat.
Pembangunan MCK ini adalah jawaban atas masalah sanitasi yang sudah lama dikeluhkan warga. Kehadirannya diharapkan mampu menekan penyakit, dan menumbuhkan pola Hidup Bersih dan Sehat di wilayah perbatasan.
“Kekompakan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD. Ketika TNI dan rakyat bekerja bersama, setiap pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya akan lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dansatgas.
Dari Putussibau ibukota Kapuas Hulu hingga Embaloh Hilir, benang merahnya sama Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Tak ada perbedaan. Di lokasi RTLH, prajurit mengaduk semen bersama bapak-bapak desa. Di lokasi MCK, ibu-ibu menyiapkan makanan untuk para pekerja, sementara anggota Satgas mengangkat material.
Inilah esensi TMMD. Bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun jiwa.
“Program TMMD Ke-129 ini memang difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan melalui kolaborasi TNI, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat, “ucap Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.
Ia menargetkan seluruh sasaran fisik, baik RTLH maupun MCK, dapat diselesaikan tepat waktu sebelum penutupan program.
“Target itu optimis, didukung cuaca cerah dan partisipasi aktif masyarakat yang luar biasa, “tegasnya.
Bagi Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, setiap batu bata yang dipasang adalah doa. Setiap pipa MCK yang terpasang adalah harapan.
Karena Dansatgas percaya, membangun negara dimulai dari membangun rumah warganya. Memastikan anak-anak bisa belajar di rumah yang kering. Memastikan keluarga bisa hidup bersih dan sehat.
Menurut, Letkol Arm Andreas Prabowo
TMMD 129 akan selesai. Alat-alat akan kembali ke gudang. Tapi yang tertinggal akan jauh lebih besar. Sebuah rumah yang kokoh tempat keluarga berteduh.
Sebuah MCK yang layak tempat warga menjaga kebersihan.
“Dan yang paling penting Kepercayaan dan kebersamaan yang semakin kuat. Dari bedah rumah hingga bangun MCK, Kodim 1206/Putussibau membuktikan satu hal. Bahwa di perbatasan, kekuatan terbesar bukan senjata. Tapi gotong royong.”tutup Dansatgas TMMD Letkol Arm Andreas Prabowo mengakhiri. (*)














