MATTANEWS.CO, OKI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diperkuat dengan menugaskan 350 pasukan TNI dari Kodam II Sriwijaya. Tambahan personel itu digelar melalui Apel Pengerahan Pasukan Tambahan Penanganan Karhutla di Kantor Bupati OKI, Rabu (11/10).
“Penanganan Karhutla perlu dilakukan bersama-sama, harus terkoordinasi, terkonsolidasi dan semua elemen ikut terlibat bersama-sama mengatasinya,” ujar Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni.
Kehadiran pasukan itu untuk memperkuat dan mempercepat pengendalian Karhutla. Mereka akan ditugaskan di jalur darat untuk pemadaman api, sekaligus menyosialisasikan serta mengimbau masyarakat, termasuk perusahaan untuk tidak membakar saat membuka lahan.
“Dan yang lebih penting penugasan mereka untuk penjagaan di lokasi agar Karhutla tidak makin meluas. Kehadiran 350 personel ini diharapkan dapat memperkuat dan mempercepat pengendalian Karhutla,” katanya.
Ia menambahkan, dana penanganan Karhutla juga wajib dianggarkan oleh Pemda. Kepala daerah bisa melakukan pergeseran APBD perubahan.
“Pemda dapat melakukan pergeseran anggaran dengan melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD untuk kegiatan penanganan Karhutla. Jadi ini karena sifatnya darurat dan mendesak bisa dilakukan pergeseran anggaran setelah perubahan APBD,” bebernya.
Selain mengandalkan APBD, Pemda juga bisa mencari bantuan dana dari perusahaan yang dikoordinir untuk digunakan menambah pasukan atau kegiatan yang lain terkait Karhutla.
“Saat ini perusahaan juga sudah melakukan upaya penangana Karhutla. Kami juga sudah bertemu dengan pengusaha dari perusahaan kita kumpulkan membahas penanganan Karhutla, alhamdulillah respon mereka baik,” ungkap Fatoni.
Fatoni juga mengajak seluruh lapisan masyarakat se-Sumsel, termasuk Pemda melaksanakan Salat Istisqa secara serentak se-Sumsel pada Jumat (13/10) pagi. Pelaksanaan itu ia minta dipusatkan di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, masjid dan pondok pesantren.
“Mudah-mudahan melalui Salat Istisqa itu doa-doa kita dikabulkan,” katanya.
Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Yanuar Adil menambahkan, 350 personel perbantuan ini mengambil dari Batalyon Infantri (Yonif) 143 Lampung. Para personel itu akan dibekali cairan Nusantara 4 bentuk foam dan gel. Mereka akan diletakkan pada titik-titik hotspot.
“Tambahan personel ini semoga bisa membuat penanganan Karhutla semakin cepat teratasi. Mereka akan bertugas selama 30 hari di lapangan,” ujarnya.
Darinya juga diketahui, jika Panlima TNI akan mendukung tambahan 3 pesawat untuk melakukan TMC yang diharapkan besok sudah bisa dioperasinalkan.(*)














