MATTANEWS.CO, MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang mempercepat persiapan Trans Jatim Koridor 2. Kedua pemerintah daerah itu terus menuntaskan kebutuhan infrastruktur menjelang peluncuran pada 30 Oktober 2026.
Petugas memasang rambu lalu lintas dan menata titik pemberhentian bus di sepanjang rute. Pemerintah menjadwalkan peluncuran pada pukul 14.00 WIB di Pendopo Panji Kepanjen, Kabupaten Malang.
Gubernur Jawa Timur akan memimpin langsung seremoni peluncuran. Pemerintah berharap koridor baru ini memperluas akses transportasi umum dan memperkuat konektivitas antarkawasan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur. Kedua instansi membahas penataan titik pemberhentian, pemasangan rambu dan integrasi angkutan lokal dengan Trans Jatim.
“Persiapan Trans Jatim Koridor 2 terus kami matangkan bersama Dishub Provinsi Jawa Timur. Kami memastikan berbagai kebutuhan pendukung terus berjalan agar layanan ini beroperasi sesuai rencana dan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat,” ujar Eko saat dihubungi awak media via telepon, Selasa (20/10/2026).
Dishub menyiapkan 56 titik pemberhentian yang mencakup halte dan bus stop. Petugas menentukan jenis fasilitas berdasarkan kondisi jalan dan ketersediaan lahan di sepanjang rute.
Pada ruas jalan dengan bahu memadai, petugas menyiapkan halte fisik. Sebaliknya, petugas memasang penanda bus stop di lokasi yang memiliki lahan terbatas.
Dishub Provinsi Jawa Timur masih menunggu pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD provinsi untuk membiayai pembangunan halte secara menyeluruh. Sambil menunggu pengesahan tersebut, petugas terus menyiapkan kebutuhan awal operasional.
Eko menjelaskan bahwa petugas menyesuaikan lokasi halte dan bus stop dengan kondisi lapangan. Mereka juga mempertimbangkan ketersediaan lahan agar setiap fasilitas dapat berfungsi secara optimal.
“Penyiapan halte dan bus stop menyesuaikan kondisi di lapangan. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki titik pemberhentian yang jelas, sekaligus mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan,” jelasnya.
Petugas juga memasang rambu untuk membantu penumpang mengenali lokasi naik dan turun bus. Langkah ini mendukung ketertiban lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan.
Trans Jatim Koridor 2 menghubungkan kawasan Hamid Rusdi di Gadang dengan Kepanjen. Bus melintasi sejumlah titik strategis untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Malang.
Dari Hamid Rusdi, armada bergerak ke selatan melalui Persimpangan Palwadan, Masjid Brawijaya, dan Air Mancur. Selanjutnya, bus melanjutkan perjalanan menuju Gondanglegi.
Di kawasan Gondanglegi, bus berbelok menuju Terminal Gondanglegi. Setelah itu, armada meneruskan perjalanan ke Kepanjen sebagai tujuan akhir koridor.
Pengelola menyiapkan 14 unit bus utama dan satu unit bus cadangan untuk menunjang operasional harian. Pengelola dapat mengerahkan bus cadangan ketika armada utama mengalami gangguan teknis atau menghadapi kondisi darurat.
Ketersediaan armada tersebut memberi masyarakat pilihan transportasi yang lebih terjangkau dan terintegrasi. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan kesiapan fasilitas, pengaturan perjalanan, dan konektivitas dengan angkutan lokal.
Selain menyiapkan armada, Dishub Kabupaten Malang mendorong pengembangan angkutan pengumpan (feeder). Skema ini menghubungkan angkutan lokal dengan Trans Jatim agar masyarakat lebih mudah menjangkau halte dan bus stop.
Dishub berkoordinasi dengan operator angkutan lokal yang melayani trayek Gondanglegi, Kepanjen, dan Turen. Melalui integrasi ini, pemerintah ingin memperluas akses transportasi umum sekaligus menjaga keberlangsungan angkutan yang sudah beroperasi.
Eko menilai angkutan lokal memegang peran penting dalam mendukung koridor baru. Integrasi antarmoda juga membantu warga melanjutkan perjalanan dari kawasan permukiman menuju titik layanan Trans Jatim.
“Kami mendorong integrasi dengan angkutan lokal agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah menuju layanan Trans Jatim. Dengan koordinasi yang baik, angkutan yang sudah beroperasi juga dapat mengambil peran dalam mendukung konektivitas antarkawasan,” ungkap Eko.
Dishub juga mengajak pengemudi angkutan lokal memanfaatkan layanan pengujian kendaraan bermotor atau Uji KIR secara gratis. Layanan ini membantu pemilik kendaraan memeriksa kondisi teknis dan memenuhi persyaratan keselamatan serta kelayakan jalan.
Dishub membuka kesempatan bagi sopir angkutan lokal yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar sebagai pengemudi resmi Trans Jatim.
Kesempatan ini memperluas keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan transportasi umum. Dengan demikian, koridor baru tidak hanya menambah armada, tetapi juga membuka peluang kerja bagi pelaku transportasi setempat.
Pemerintah berharap para pengemudi lokal ikut mendukung pengembangan layanan tersebut. Keterlibatan mereka juga membantu menjaga keberlangsungan angkutan lokal di tengah perluasan jaringan Trans Jatim.
Trans Jatim Koridor 2 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan transportasi umum di Kabupaten Malang. Jalur Gadang–Gondanglegi–Kepanjen berpotensi mempermudah mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.
Pemerintah perlu menuntaskan persiapan fasilitas pemberhentian dan memperkuat integrasi angkutan lokal. Kedua langkah ini membantu masyarakat menikmati layanan transportasi yang mudah, aman, dan efisien.
Dishub Provinsi Jawa Timur bersama Dishub Kabupaten Malang terus mematangkan persiapan menjelang peluncuran pada 30 Oktober 2026. Pemerintah berharap layanan baru ini menarik lebih banyak warga menggunakan transportasi umum dan memperlancar mobilitas masyarakat di Kabupaten Malang.














