MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Sekretaris DPC PDIP Kota Batu, Saifudin Zuhri buka suara terkait kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pilkada Kota Batu. PDIP telah menunjuk Kris Dayanti, yang sudah memiliki mandat atau surat tugas untuk membangun komunikasi dengan partai-partai lainnya, sebagai langkah strategis PDIP untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilkada 2024, Jumat (9/8/2024).
Saifuddin Zuhri, anggota legislatif terpilih DPRD Jawa Timur mengatakan, saat ini sudah ada beberapa nama-nama kandidat yang menjadi bidikan bakal calon wakil walikota (Bacawawali), sebagai pendamping Kris Dayanti, calon Wali Kota Batu, yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada Kota Batu, diantaranya mencuat nama Kresna Dewanata Prosakh dari partai Nasdem, Heli Suyanto dari Gerindra dan Ludi Tanarto dari partai PKS.
“Tiga nama ini kemungkinan berpotensi salah satunya untuk menjadi wakilnya mbak KD, nanti kita tunggu dalam waktu dekat inilah,” jelasnya.
Menurutnya, KD yang telah didapuk menjadi ujung tombak konsolidasi pemenangan PDIP Kota Batu, telah membangun komunikasi politik dengan partai lain, diharapkan dapat memiliki kesamaan visi dan misi.
“Sampai detik ini kita sudah komunikasi dengan beberapa partai politik ya, kita sudah melakukan komunikasi dengan beberapa partai politik. Kemarin juga sempat ada di media silaturahmi teman-teman PKS dengan PDI perjuangan. Harapannya dari komunikasi politik itu, akan ada kesamaan entah itu kesamaan calon kepala daerah maupun kepala daerah dan lain sebagainya,” terang Saifudin usai mengikuti pembekalan DPD PDIP, Kamis (8/8/2024).
Dalam membangun koalisi tersebut, selain PKS, Gerindra dan Nasdem ada beberapa partai yang sudah terjalin komunikasi secara intern.
“Kita komunikasi dengan Gerindra, itu juga sempat komunikasi terus beberapa waktu yang lalu, juga sempat komunikasi dengan Nasdem. Kalau fix-nya nanti kan harus ketemu, ibarat walikota dan wakil ini kalau sama-sama punya visi yang sama dan nyambung kan enak, jadi memang ini yang lagi proses digali, nanti siapa yang paling final itu kita diskusikan,” ungkapnya.
Terlebih Kris Dayanti yang sudah diberikan mandat DPP PDI Perjuangan tersebut telah melakukan konsolidasi di internal partai, komunikasi politik dan membangun koalisi dengan partai lain termasuk pembetukan tim pemenangan.
Dijelaskan olehnya, pengertian surat tugas dan surat rekomendasi merupakan hal yang berbeda.
“Nah dari surat tugas itu kalau ini sudah dilakukan kemungkinan rekom akan diturunkan, karena kalau rekom kan sudah pasti ada nama wakilnya kalau surat tugas hanya masih nama Mbak Krisdayanti termasuk Mbak KD juga diperintahkan untuk membentuk tim 9. Surat tugas dengan pengertian rekomendasi tidak sama, kalau rekomendasi itu sudah pasti diputuskan DPP dan juga ada nama wakilnya ini yang akan dijadikan dasar oleh DPC PDI perjuangan kota batu untuk didaftarkan ke KPU. Kalau surat tugas ini perintah DPP kepada mbak KD yang di tugaskan sebagai bakal calon kepala daerah untuk melakukan yang saya sebutkan tadi,” urai Sekretaris DPC PDIP Kota Batu.
Dirinya berharap, kepada masyarakat di Kota Batu, yang selama ini pembangunan Kota Batu sudah luar biasa, sejak berdirinya Kota Batu, PDIP menjadi pemimpin kepala daerah.
“Alhamdulillah PDIP selalu menjadi pemimpin untuk kepala daerah, mulai dari Pak Imam Kabul, Pak Eddy Rumpoko, Bu Dewanti, dan harapannya untuk kesekian kali, Mbak KD untuk Kota Batu bisa menjadi lebih baik lagi”, tukasnya.














