MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Gema spike dan sorak penonton pecah di Lapangan Voli Desa Sungai Antu. Sejak 5 Juni 2026, masyarakat Kecamatan Puring Kencana menggelar Tournament Voli Ball Putra 2026.
Ajang ini jadi salah satu rangkaian utama perayaan Gawai Dayak Iban, pesta panen dan syukur masyarakat Dayak Iban setiap tahun.
Kegiatan ini digagas oleh Lintas Batas SSK II bersama elemen masyarakat Puring Kencana.
Tujuannya ganda: merayakan tradisi sekaligus mempererat persatuan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Gawai Dayak bukan pesta biasa. Ini momentum sakral bagi masyarakat Iban untuk berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas hasil panen setahun.
“Gawai Dayak, sebagai agenda rutin tahunan di Kecamatan Puring Kencana, pada hakikatnya bertujuan untuk merayakan pesta panen dan syukuran pada Yang Maha Kuasa,” jelas YL Kudhank, Pj Kepala Desa Sungai Antu.
Di tengah tradisi adat, turnamen olahraga jadi pelengkap modern yang disukai anak muda. Perpaduan budaya dan sportivitas bikin suasana Gawai makin hidup.
Kapten Nur Abadi, Danki SSK II Lintas Batas sekaligus penanggung jawab turnamen, menegaskan voli dipilih karena dampaknya langsung ke masyarakat.
“Tournament voli ball putra ini kami buat sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah perbatasan, menjalin silaturahmi antar semua pihak, serta menjadikan media hiburan bagi masyarakat,” ujar Kapten Nur Abadi.
Di daerah 3T Tertinggal, Terdepan, Terluar, hiburan terbatas. Lewat turnamen ini, warga desa, TNI, pemerintah desa, dan karyawan perkebunan bisa satu lapangan, satu sorakan, satu semangat.
Ketua Panitia Febrian membeberkan teknis pertandingan. Turnamen diikuti 8 tim putra dari desa dan instansi sekitar Puring Kencana. Sistemnya gugur, bikin tiap pertandingan jadi hidup-mati.
Setiap sore lapangan penuh. Ibu-ibu jualan, bapak-bapak jadi wasit dadakan, anak muda teriak “mantap” tiap kali smash keras. Final dijadwalkan 15 Juni 2026 dan dipastikan jadi puncak kemeriahan Gawai.
Kolaborasi Penuh, Swadaya Kuat
Turnamen ini bisa jalan karena gotong royong. Panitia mendapat dukungan sponsor dari pihak Perkebunan dan Bank Kalbar Cabang Putussibau. Sisanya ditutup dengan swadaya masyarakat Sungai Antu dan sekitarnya.
“Terlaksana kegiatan ini disponsori oleh pihak Perkebunan dan Bank Kalbar Putussibau serta swadaya masyarakat. Seluruh panitia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah bersedia membantu panitia dalam menyukseskan tournament voli,” kata Febrian.
Dukungan ini penting. Dana dipakai untuk hadiah, perlengkapan, sound system, dan konsumsi wasit. Bank Kalbar hadir sebagai bank daerah yang peduli UMKM dan pemuda perbatasan. Perkebunan hadir karena karyawannya juga warga Puring Kencana.
Harapan: Agenda Wajib Tiap Gawai
Kemeriahan tahun ini bikin panitia punya harapan besar ke depan. Mereka ingin voli putra jadi agenda tetap setiap Gawai Dayak Iban.
“Mudah-mudahan ke depan, tournament ini bisa menjadi agenda rutin yang senantiasa dilaksanakan secara kontinu di setiap gawai,” harap Febrian.
Kalau harapan ini terwujud, maka Puring Kencana akan punya ikon baru Gawai Dayak yang identik dengan adat, kuliner, dan voli. Anak muda punya panggung, tradisi tetap dijaga, persatuan makin kuat.
“Saat bola terakhir diservis di laga final 15 Juni nanti, yang menang bukan hanya tim terbaik. Yang menang adalah semangat “beserakup” – bersatu – masyarakat perbatasan, “tutup Febrian. (*)














