BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Turun ke Semak, Pimpin Langsung! Bupati Fransiskus Diaan: “Kita Padamkan Api Sampai Tuntas”

×

Turun ke Semak, Pimpin Langsung! Bupati Fransiskus Diaan: “Kita Padamkan Api Sampai Tuntas”

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Tengah malam, di atas tanah, di antara semak dan pakis. Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan terlihat beristirahat sejenak dengan rompi “PENANGGULANGAN BENCANA” masih melekat di badan. Wajah berkeringat, di tangan tergenggam botol air mineral.

Foto itu diambil Rabu malam, 3 September 2026 di lokasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Desa Sekubah, Kecamatan Selimbau.

Sebuah potret nyata bahwa pemimpin daerah ini turun langsung ke garis depan bersama tim gabungan.

Bupati Fransiskus Diaan menegaskan tidak akan mundur sebelum Karhutla di Kapuas Hulu tuntas dipadamkan.

“Kita lanjutkan padamkan apinya sampai malam. Sampai titik panas benar-benar dingin. Saya bersama tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Danyon 927 dan masyarakat akan terus berada di lapangan,” ujar Bupati Fransiskus Diaan.

Menurut Bupati, penanganan Karhutla tidak bisa hanya dari belakang meja. Pemimpin harus hadir, melihat langsung, dan memberi semangat kepada petugas di lapangan.

“Saya tahu semua lelah. Saya juga merasakan. Tapi ini demi anak-anak kita, demi udara bersih Kapuas Hulu. Kalau kita berhenti sekarang, api akan kembali besar. Karena itu kita harus terus bergerak,” tegasnya.

Beberapa hari terakhir, Bupati bersama Kapolres, Danyon 927, BPBD, TNI, Polri dan masyarakat terus menyisir titik api di Desa Sekubah, Kecamatan Selimbau dan Desa Tani Makmur, Kecamatan Hulu Gurung.

Setelah memadamkan, tim melakukan pendinginan dan penyisiran ulang agar api tidak menyala kembali. Tidak ada tempat istirahat layak. Tanah menjadi alas, dan semangat menjadi bahan bakar.

Foto Bupati yang rebah di semak itu menjadi bukti bahwa penanganan Karhutla dilakukan dengan kesungguhan penuh.

Dari Bupati sampai anggota paling muda, semua merasakan beratnya perjuangan yang sama. Di lapangan, tim gabungan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat untuk memadamkan api.

“Asap ini berdampak ke kesehatan, ke sekolah, ke ekonomi masyarakat. Kita semua terdampak. Karena itu saya minta semua pihak ikut membantu. Jangan ada lagi yang membuka lahan dengan cara membakar,” imbau Bupati Fransiskus Diaan.

Foto tersebut bukan tanda menyerah. Itu adalah jeda singkat sebelum kembali berdiri dan bertempur melawan api.

Ada pemimpin yang mau turun ke lumpur demi rakyatnya. Ada petugas yang rela lelah demi Kapuas Hulu bebas asap. Kapuas Hulu sedang diuji. Dan ujian ini hanya bisa dilewati jika semua bergerak bersama.

Karena melawan api tidak cukup dengan doa. Harus ada aksi nyata di lapangan. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra