BERITA TERKINI

Unik!… Aksi Demo Ala AMTI di Rumdis Wabup Tulungagung

×

Unik!… Aksi Demo Ala AMTI di Rumdis Wabup Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Aksi AMTI di Rumdis Wabup Tulungagung melakukan kenduren dan tahlil, Kamis (24/2) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Aliansi Mahasiswa Tulungagung Indonesia (AMTI) menggelar aksi unjuk rasa di Rumah dinas (Rumdis) Wakil Bupati Tulungagung jalan Yos Sudarso Kelurahan Tamanan, Kamis (24/2/2022).

Aksi enam belas mahasiswa tersebut dengan membentangkan spanduk warna putih bertuliskan Wakil Bupati Tidur Nyenyak.

Mereka melakukan aksi dengan berorasi di jalan depan Rumdis Wabup Tulungagung, karena bisa berpotensi menimbulkan kemacetan, petugas aparat Kepolisian dibantu Satpol PP mendampingi mereka masuk ke dalam Pendapa.

Nampak diantara peserta aksi masuk Rumdis sembari mencari keberadaan Wabup H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., dengan pengawalan aparat keamanan.

Setelah itu peserta aksi melakukan kenduren dengan membaca tahlil dengan posisi duduk bersila dan melingkar di Pendapa Rumdis Wabup Tulungagung.

Saat dijumpai, Ketua AMTI Mohammad Bagus Taufik Akbar mengatakan dalam aksi mempertanyakan 100 hari kerja Wabup sudah melakukan apa demi keberlangsungan pembangunan di Tulungagung.

“Jadi begini, sebelumnya itu sudah ada proses begitu lama sekali, sehingga hari ini kita harus turun ke jalan bertanya langsung kepada Wabup dalam 100 hari sudah berbuat apa,” kata Bagus dihadapan insan media usai melakukan selamatan, Kamis (24/2/2022) Sore.

“AMTI adalah satu-satunya yang selalu mendorong agar kursi Wabup Tulungagung segera terisi. Dan, mengawal dan menyukseskan terselenggaranya azas-azas umum pemerintahan dengan baik, kita paham bilamana belum terisi itu kurang baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bagus menjelaskan, dalam aksi ini bukan melihat aspek hukum namun lebih pada aspek sosial. Ia berpandangan hadirnya seorang Wabup itu bukan sekedar simbol dan gambar saja, seharusnya Wabup bisa memilki peran strategis yang harus dijalankan.

“Seorang Wabup bukan sekedar ha ha hi hi maupun hadir sana hadir sini, dan tidak memiliki kebijakan terkait hal yang langsung berinteraksi dengan masyarakat,” terangnya.

“AMTI akan kawal untuk janjinya sewaktu dilantik lalu mengentaskan kemiskinan, buktinya hingga hari ini tidak ada program terlaksana. Menurutnya, hingga saat ini Wabup tidak ngapa-ngapain dan hanya tidur nyenyak,” sambungnya.

Setelah dilantik kemarin itu, lebih dalam Bagus memaparkan, sebenarnya secara organisasi (AMTI.red) sudah memberikan ucapan selamat secara tertulis dengan melayangkan surat kepada Wabup. Disamping, meminta Wabup bekerja dengan baik, namun demikian tidak ada tanggapan.

Ia mengharapkan, selama menjabat hingga 2023, Wabup tidak hanya mengekor Bupati dalam artian hanya sebagai wakil setiap kegiatan bilamana Bupati berhalangan.

“Kita ketahui bersama Wabup dipilih melalui Sidang Paripurna DPRD, namun begitu masyarakat berharap mengetahui kinerja selama ini,” paparnya.

“Ibarat kita tidak mau membeli kucing dalam karung, dalam artian setelah dipilih lalu hanya berdiam saja,” imbuhnya.

“Pada intinya, sesuai mandat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa program kemiskinan segera dijalankan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tulungagung Drs. Bambang Triono menuturkan sebenarnya Wabup Gatut Sunu Wibowo sudah menunggu kedatangan aksi dari AMTI.

“Pak Wabup itu siap bertemu dengan rekan-rekan mahasiswa itu,” tuturnya.

Bambang menambahkan, sesuai jadwal Wabup Tulungagung menghadiri pembukaan pameran lukisan di Kecamatan Bandung.

“Iya benar, Pak Wabup harus batalkan agenda itu, demi menemui mahasiswa dari AMTI,” tambahnya.

“Ternyata aksi baru bergerak sore hari, terpaksa Pak Wabup tidak bisa hadir, karena harus tugas ke Surabaya,” imbuhnya.

“Semua aspirasi dari rekan AMTI ini kita akan sampaikan. Selain itu, Pak Wabup siap berdialog dan bersedia audiensi bilamana tidak berbenturan dengan agenda kerja,” Bambang menambahkan.