MATTANEWS.CO, CIAMIS – Andri bersama puluhan pekerja proyek lainnya menutup akses jalan dengan menggunakan patok di lokasi proyek Peningkatan Jalan Jagabaya-Nagarapageuh, Desa Jagabaya Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), pada Senin (27/12/2021).
Merujuk pada papan proyek di lokasi, pembangunan tersebut adalah Peningkatan Jalan Jagabaya-Nagarapageuh yang dikerjakan oleh PT Grafika Multi Mandiri dengan nomor 027/1802/DPUPRP2/2021.
Proyek tersebut diteken dengan nilai kontrak sebesar Rp. 14.340.583.000 bersumber dari APBD Kabupaten Ciamis (Banprov) 2021.
Menurut keterangan Andri, proyek Peningkatan Jalan tersebut sudah beres pengerjaannya dari dua bulan lalu, namun dari pihak PT Grafika Multi Mandiri hak upah pekerja dan material yang diperkirakan kurang lebih 300 juta belum kunjung dibayarkan.
“Aksi penutupan akses jalan yang kami lakukan hari ini, bentuk protes terhadap Perusahaan Pemborong karena tidak ada kepastian untuk pembayaran hak para pekerja, padahal perjanjian di awal untuk membayar upah pekerja itu setiap dua minggu sekali, ini pekerjaan sudah beres dua bulan lalu pun, hak kami belum dibayarkan,” imbuhnya, Selasa (28/12/2021).
Dia mengatakan, proyek pengerjaan Peningkatan Jalan tersebut sepanjang 7 km, sehingga menghubungkan akses ke 3 Desa di Kecamatan Panawangan.
“Tetapi kami tidak ada langkah lain selain melakukan aksi ini, karena kita sudah melakukan tiga kali perjanjian dengan pihak perusahaan terkait pembayaran pelunasan upah kami, bahkan dengan Surat Perjanjian di atas materai dan ini batas akhir perjanjian, namun pihak perusahaan masih belum ada itikad baik,” jelasnya.
Apalagi, kata dia, ada 5 orang pekerja sebagai tukang yang datang dari Tasikmalaya, mereka dua bulan hanya berdiam diri karena sudah tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan.
“Mereka terdampar disini dan tidak punya ongkos untuk pulang ke Tasikmalaya karena upahnya belum dibayarkan, untuk itu kami berharap Perusahaan tersebut segera membayar hak-hak para pekerja. Kasihan mereka juga butuh makan apalagi kondisi seperti sekarang ini,” jelasnya.
Dengan adanya aksi penutupan akses jalan, Nana Juhana selaku Kepala Desa Jagabaya mengatakan aksi tersebut akan merugikan masyarakat karena masyarakat tidak tahu persoalan tersebut.
“Yang salah itu kan pihak PT, jangan sampai menutup akses,” ujarnya.
Menurut dia, jalan tersebut setiap hari digunakan masyarakat walaupun ada jalan alternatif lain, tetapi akses jalan lain itu kurang sempurna untuk dilalui masyarakat.
“Jalan itu harus bisa dua arah, sedangkan jalan alternatif lain itu kecil, ditakutkan malah menimbulkan kecelakaan dan lain sebagainya,” ucapnya.
Sementara itu, Iing selaku penanggung jawab lapangan PT Grafika Multi Mandiri saat dikonfirmasi mengatakan, sebagian belum dibayarkan karena masih dalam proses pencairan di dinas terkait.
“In sya Allah hari Kamis kami akan beres-beres dan untuk masalah perjanjian itu, kita tidak ada perjanjian, hanya saja kebiasaan memang bayaran upah pekerja itu perminggu,” ucapnya kepada mattanews.co.
Dia melanjutkan, dua minggu terakhir ini telat, karena di finishing modal memang sudah habis dan harapan terakhir itu menunggu pencairan dari dinas terkait.
“Karena perlu proses, kita mengurus pencairan kalau urusannya sama dinas tidak seperti meminta sama pribadi,” tandasnya.














