Reporter : Poppy Setiawan
JAKARTA, Mattanews.co– Pemerintah merilis kembali data akumulasi terbaru terkait sebaran kasus Virus Corona (Covid-19). Hingga Rabu (8/7/2020), Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meningkat, bertambah 1.853 Kasus Baru Sehingga total yang positif mencapai 68.079 kasus.
Dari jumlah 68.079 Kasus ada penambahan 1.853 Kasus Positif, ada penambahan kasus kematian yakni 50 jiwa sehingga total menjadi 3.359 jiwa dan 31.585 pasien dinyatakan sembuh.
Sementara jumlah pasien yang sembuh sejauh ini bertambah 800 orang sehingga total mencapai 30.785 orang,” Ahmad Yurianto saat konferensi pers di gedung Graha BNPB Jakarta dan disiarkan langsung melalui saluran Resmi YouTube milik BNPB.
Data pasien Corona (Covid-19) ini tercatat sejak Selasa, 7 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Rabu, 8 Juli 2020 pukul 12.00 WIB.

Pemerintah juga mengklaim bahwa rekor baru atas penambahan kasus positif pada hari ini tidak lantas membuat tingkat hunian rumah sakit bagi pasien Covid-19 ikut melonjak. Alasannya, ujar Yurianto, sebagian besar temuan kasus konfirmasi positif dalam 24 jam terakhir adalah pasien tanpa gejala atau pasien dengan gejala minimal.
“Atau (gejala) sedikit sehingga tidak merasakan sakit dan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Namun kami meminta mereka lakukan isolasi mandiri dengan mematu pedoman ketat agar tidak menjadi sumber penularan baru,” jelas Yurianto dalam keterangan pers, Rabu (8/7/2020).
Penambahan kasus baru yang terus meningkat ini, menurut Yurianto, menunjukkan bahwa masih banyak kelompok masyarakat rentan tertular yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah penjagaan jarak, penggunaan masker, dan kebiasaan baru untuk mencuci tangan dengan sabun.
“Protokol kesehatan menjadi mutlak. Ini kita harapkan menjadi kesadaran bersama agar penambahan kasus baru bisa terkendali,” ujar Yurianto.
“Sebelumnya pada Selasa (7/7/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 66.226, dengan 30.785 di antaranya sembuh dan 3.309 meninggal dunia.
Editor : Poppy Setiawan














