MATTANEWS.CO, SULBAR – Viralnya video salah satu pelatih Paskibraka Sulbar yang menyoroti perlengkapan milik personil pengibar bendera mendapat tanggapan dari Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulbar.
Menurut Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Sulbar, Siswanto, kualitas atribut personel pengibar bendera tahun ini lebih bagus ketimbang tahun sebelumnya.
“Tahun ini kualitasnya lebih bagus, jahitannya rapih,” ungkap Siswanto saat ditemui usai upacara penurunan bendera HUT RI ke-78 di lapangan kantor Merah Putih Pemprov Sulbar, Kamis, (17/8/2023).
Siswanto pun menyinggung soal sarung tangan paskibraka yang dinilainya lebih aman dan nyaman digunakan.
Dirinya menegaskan bahwa komplain sudah dilayangkan sejak awal andai atribut untuk paskibraka memang tidak layak.
“Kalau memang ada tidak sesuai, kami sudah komplain dari awal,” jelas Siswanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulbar, Safaruddin Sanusi, mengatakan, anggaran kegiatan Paskibraka tahun 2023 sekira Rp 1,24 miliar.
“Semula dianggarkan Rp 1,14 miliar lalu diperubahan kami tambah Rp 120 juta,” ujar Safaruddin.
Adapun anggaran tersebut antara lain pengadaan seragam dan atribut 71 paskibraka, akomodasi hotel sebesar Rp 400 juta, honor pendamping hingga biaya perjalanan ke Bali sebagai bonus bagi anggota Paskibraka Sulbar tahun 2023.
Anggota paskibraka mulai menjalani karantina sejak tanggal 6 Agustus di Hotel Grand Mutiara Mamuju.
Kadispora pun menjamin seragam dan atribut Paskibraka Sulbar tahun ini lebih berkualitas dibanding sebelumnya.
“Barangnya dari Makassar, ini juga yang dipakai (Paskibraka) Sulsel, toko yang sama,” sambungnya.
Meski Safaruddin mengakui sebelumnya ada 9 orang anggota paskibraka yang sepatunya kekecilan, namun masalah itu sudah selesai. “Kita sudah ganti,” imbuhnya.
Dirinya pun tak menanggapi serius soal video oknum pelatih yang viral tersebut.
“Kalau tidak saya lakukan, kenapa harus ditanggapi,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, koordinator pelatih Paskibraka Sulbar, Aipda Muhammad Firman Oscandar menilai tidak ada masalah dengan atribut pasukan pengibar bendera, terutama soal kaos tangan.
Menurut dia, pembentang bendera pada upacara HUT RI ke-78 di Pemprov Sulbar melihat bahwa bendera akan terlilit jika tidak dilepas.
“Instingnya masuk, maka sengaja dilepas agar tidak terlilit. Jadi bukan karena kaos tangannya bermasalah,” ujar Firman.
Dirinya pun sudah menanyakan hal itu ke sang pembentang bendera.
Apalagi, lanjut Firman, tim pelatih memang mengajarkan tips dan trik untuk mengantisipasi insiden di lapangan, termasuk kasus bendera terlilit.
Sebelumnya beredar video oknum pelatih yang diketahui bernama Andi Samsul Bahri memperlihatkan sarung tangan anggota paskibraka yang dinilai kurang layak.
“Tidak boleh begitu pak, pengadaannya ini harus dibongkar,” ungkap Andi Samsul usai upacara pengibaran bendera HUT RI ke-78 di Pemprov Sulbar.
Firman sebagai koordinator pelatih menganggap Andi Samsul bertindak spontan tanpa berkoordinasi dengan dirinya.
“Ini spontanitas pak Andi, tidak ada juga konfirmasi ke saya,” jelasnya.














