NUSANTARA

Viral Video Pemalakan Oleh Oknum Preman, Ini Harapan Sopir Batubara

×

Viral Video Pemalakan Oleh Oknum Preman, Ini Harapan Sopir Batubara

Sebarkan artikel ini

Reporter : Dewan Richardi

BATANGHARI, Mattanews.co – Video pemeresan terhadap sopir truk angkutan batu bara oleh oknum preman di Desa Rantau Puri, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari viral di sejumlah media sosial Facebook, YouTube, Instagram ataupun melalui WhatsApp.

Terlihat di dalam Video berdurasi 50 detik tersebut, dua orang oknum preman menghentikan laju mobil kendaraan yang diduga truk batubara dan sempat direkam oleh sopir. Terdengar adu cekcok antara preman dan sopir.

“Dua puluh, dua puluh, tidak ada bang dua puluh, kau putar palak saja. Nah kau merekam ya, saya tidak merekam bang,” debat suara di video tersebut.

Terkait viralnya video tersebut, awak media Mattanews.co, coba telusuri kebenaran ke salah satu sopir truk angkutan batubara yang sering melintas di wilayah tersebut.

“Iyo benar itu memang video yang terjadi di Desa Rantau Puri. Memang setiap sopir truk angkutan batu bara yang lewat di desa rantau puri harus menyetor kepada preman tersebut,” ungkap Rendy salah satu sopir batubara saat dihubungi oleh Mattanews.co, Rabu (13/05/2020).

Dikatakannya, tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum preman tersebut, sudah berlangsung lama sehingga meyebabkan keresahan bagi seluruh sopir truk angkutan batu bara.

“Kalau kami dak ngasih duit sesuai yang dipintanya, kami disuruh putar kepala atau kadang mobil kami dirusak bang, akhirnya terpaksa kami kasih bang demi keselamatan kami,” ujarnya.

Diharapkannya, kepada aparat keamanan agar segera mengambil tindakan tegas kepada pelaku pemerasan yang sangat meresahkan para sopir truk angkutan batu bara. Selain meresahkan sopir, tindakan pemerasan tersebut juga sering membuat kemacetan di wilayah tersebut.

“Kejadian seperti itu sudah begitu sering dan belum ada yan melaporkan, kita sangat berharap keamanan kalau bisa secepatnya di ambil tindakan atas kasus tersebut,” tutupnya.

Editor : Fly