Wabup Banyuasin Lakukan Survey Pemanfaatan Limbah Ikan

  • Whatsapp
Wabup Banyuasin Slamet saat melakukan survey pengelolaan limbah di kawasan pesisir Banyuasin (Dok. Humas Pemkab Banyuasin / Mattanews.co)
Wabup Banyuasin Slamet saat melakukan survey pengelolaan limbah di kawasan pesisir Banyuasin (Dok. Humas Pemkab Banyuasin / Mattanews.co)

Wabup Banyuasin Lakukan Survey Pemanfaatan Limbah Ikan

MATTANEWS.CO,BANYUASIN – Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin Slamet Sumosuntono terus melakukan pembinaan kepada masyarakat pesisir, untuk dapat meningkatkan pendapatan perekonomian di tengah pandemi covid 19. Salah satunya dengan melakukan survey limbah ikan dan pemanfaatannya.

Bacaan Lainnya

Survey limbah ikan kali ini dilakukan Wabup Banyuasin, di kawasan Sungsang 4 Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel).

Upaya ini dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin Bupati Askolani dan Wabup Banyuasin Slamet Sumosuntono.

Pada pelaksanaannya, Slamet melakukan langkah nyata dengan melihat secara langsung limbah ikan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Wabup Banyuasin yang akrab disapa Pakde Slamet, didampingi Camat Banyuasin II, Salinan dan instansi terkait lainnya, berdialog dengan para pedagang dalam pembinaan yang akan dilakukan pihaknya.

Dikatakan Pakde Slamet, sangatlah penting untuk dapat menumbuhkan perekonomian. Karena saat ini masyarakat semuanya terdampak akibat pandemi Covid 19.

Oleh karena itu, pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diolah menjadi pakan ternak dan lainnya.

“Kita akan bina para pengusaha dan masyarakat nantinya. Hari ini kita lakukan survey terlebih dahulu. Hal ini salah satu upaya pemerataan kesejahteraan melalui sektor perikanan,” kata Pakde Slamet saat melakukan survey limbah ikan tersebut, Sabtu (13/2/2021).

Sementara itu, Camat Banyuasin II Salinan menyampaikan, upaya yang dilakukan pemerintah untuk membina para nelayan dan pengusaha ikan sangatlah tepat.

”Kepala ikan dan kulit ikan yang sering menjadi limbah, dapat diolah kembali dan menjadi berharga,” ucapnya.

Menurutnya, di tahap awal ini mereka akan mendata dan mengecek terlebih dahulu jumlah pedagang ikan. Nantinya pembinaan akan dilakukan, dengan mendatangkan tim ahli dalam pengolahan limbah.

“Jadi tahap berikutnya pihak pemerintah akan bersinergi dengan pihak ketiga. Untuk dapat membuat pengolahan itu menjadi lebih sempurna, termasuk pemasarannya,” katanya di Banyuasin.

 

****

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait