MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Wali Kota (Wako) Prabumulih, H. Arlan atau yang akrab disapa Cak Arlan, resmi meluncurkan Program Tebang Tebas di lahan milik warga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Rabu (29/7/2026).
Program yang diklaim menjadi yang pertama di Sumatera Selatan ini bertujuan membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan perkebunan kelapa sawit dan karet.
Pada tahap awal, sebanyak tujuh warga mengikuti program pembibitan sawit dan karet dengan total lahan mencapai 7 hektare. Masing-masing peserta mengelola sekitar 1 hektare lahan yang telah selesai dilakukan proses tebang tebas.
Camat Prabumulih Utara, Afbrian Delvino, SE, mengatakan progres program saat ini telah memasuki tahap akhir persiapan.
“Alhamdulillah proses tebang tebas sudah mencapai 100 persen. Saat ini tinggal menunggu proses pembibitan sawit dan karet,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kejaksaan Negeri Prabumulih dan Polres Prabumulih agar seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami juga mengingatkan seluruh peserta agar berhati-hati dan tetap mematuhi seluruh regulasi dalam pelaksanaan program ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Prabumulih H. Arlan menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
“Prabumulih harus ramai, bukan hanya karena sektor perdagangan, tetapi juga karena pertanian. Saya ingin masyarakat bisa menyambung hidup dari sektor pertanian, baik melalui kebun sawit maupun karet,” ujar Cak Arlan.
Menurutnya, pengembangan perkebunan memang membutuhkan waktu sebelum memberikan hasil. Namun, ia optimistis dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang, masyarakat sudah dapat menikmati manfaat ekonomi dari program tersebut.
“Sekarang memang belum menghasilkan. Tapi kita harus berpikir ke depan. Empat sampai lima tahun lagi, Insya Allah hasilnya bisa dinikmati masyarakat. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Cak Arlan mengaku memahami potensi sektor pertanian dan meyakini bahwa jika dikelola dengan baik, pertanian mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia juga menyebut Program Tebang Tebas ini merupakan yang pertama di Sumatera Selatan, sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Prabumulih dalam membuka lahan produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.
“Dengan program ini, kami berharap masyarakat semakin makmur, memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta mampu meningkatkan taraf hidup keluarga melalui sektor pertanian,” pungkasnya. (*)














