Wali Kota Blitar Serahkan Natura pada Ribuan Guru Ngaji

  • Whatsapp
Wali Kota (Wako) Blitar Santoso menyerahkan natura atau imbalan atas jasa kepada para guru mengaji (Robby / Mattanews.co)
Wali Kota (Wako) Blitar Santoso menyerahkan natura atau imbalan atas jasa kepada para guru mengaji (Robby / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, BLITAR – Sebanyak 1.554 orang guru mengaji di Kota Blitar Jawa Timur (Jatim) mendapatkan natura atau imbalan untuk jasa, yang dibagikan di Balai Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (28/4/2021).

Natura yang diberikan tersebut, berupa sembako yang dibagikan untuk guru mengaji yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Blitar.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, natura tersebut diserahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dia mengharapkan, natuna tersebut dapat membantu para guru ngaji yang ada di Kota Blitar jelang lebaran.

“Jangan lihat barangnya, namun kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk para guru ngaji,” katanya.

Pemberian natura tersebut, lanjutnya, sesuai dengan visi dan misi Pemkot Blitar, yaitu Blitar Keren, Keberagaman, Religius dan Nasionalis.

“Religius inilah melalui para guru ngaji melaksanakan tugas pengabdian pada masyrakat Kota Blitar,” ungkapnya.

Penyerahkan natura tersebut diberikan secara simbolis, kepada 50 guru ngaji. Untuk guru mengaji lainnya, akan diberikan melalui ketua kelompok atau yayasan.

Pemberian natura tersebut juga dijawalkan secara bergantian. Yakni pukul 08.00 WIB untuk Kecamatan Kepanjenkidul, pukul 09.30 WIB untuk guru mengaji di Kecamatan Sukorejo dan pukul 11.00 WIB untuk guru mengaji di Kecamatan Sananwetan.

Ia berharap para guru mengaji lebih semangat, dalam melaksanakan tugasnya untuk mengajarkan aklah pada anak-anak di Kota Blitar.

“Apalagi mulai Juli mendatang, seluruh sekolah di Kota Blitar sudah mulai tatap muka secara penuh selama enam hari,” ucapnya.

Sebelumnya siswa masuk secara bergantian sehari sekali. Namun, waktu belajar di sekolah menjadi lima jam, tidak delapan jam seperti sebelumnya.

Di momentum itulah, Santoso meminta pada guru ngaji untuk memaksimalkan pendidikan agama di sore hari melalui Taman Pendidikan Alquran (TPA) di lingkungan sekitar.

“Sebab, anak-anak di Kota Blitar lebih memiliki waktu di sore hari dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan mengaji,” katanya. (ADV)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait