BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Waspada Penipuan di Tulungagung Catut Nama Danyon TP 886/Panjalu Jayati, Letkol Inf Mohammad Isa Tegaskan Nomor WhatsApp Tak Pernah Berubah

×

Waspada Penipuan di Tulungagung Catut Nama Danyon TP 886/Panjalu Jayati, Letkol Inf Mohammad Isa Tegaskan Nomor WhatsApp Tak Pernah Berubah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini, nama Komandan Batalyon TP 886/Panjalu Jayati, Letkol Inf Mohammad Isa, S.I.P., digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab melalui akun WhatsApp palsu untuk menghubungi sejumlah pihak.

Letkol Inf Mohammad Isa yang bermarkas di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, menegaskan bahwa nomor WhatsApp pribadinya hingga saat ini tidak pernah berubah. Ia meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya.

“Mohon hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan saya sebagai Danyon TP 886/Panjalu Jayati. Ada pihak yang menggunakan foto profil saya di WhatsApp untuk kepentingan tertentu. Saya tegaskan, nomor HP saya sampai sekarang tidak berubah,” tegas Letkol Isa dalam keterangannya, Selasa (13/5/2026).

Informasi tersebut mencuat setelah beredar tangkapan layar akun WhatsApp menggunakan foto Letkol Inf Mohammad Isa lengkap dengan identitas jabatan “DANYONIF”. Dalam akun tersebut juga tercantum nomor telepon berbeda yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Fenomena pencatutan nama pejabat TNI melalui aplikasi pesan instan belakangan semakin marak. Pelaku biasanya memanfaatkan foto profil dan identitas jabatan untuk meyakinkan calon korban, lalu melakukan komunikasi dengan modus tertentu, mulai dari permintaan bantuan hingga penawaran kerja sama palsu.

Letkol Isa menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau telepon dari nomor asing yang mengaku sebagai dirinya maupun pejabat Yonif TP 886/Panjalu Jayati.

“Kalau ada nomor baru yang mengatasnamakan saya, apalagi meminta sesuatu atau menawarkan hal yang mencurigakan, jangan langsung dipercaya. Segera lakukan konfirmasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun mentransfer uang kepada pihak yang belum terverifikasi identitasnya.

Pihaknya berharap masyarakat semakin cermat dalam menyaring informasi digital di tengah maraknya modus kejahatan siber yang memanfaatkan nama institusi maupun pejabat negara demi keuntungan pribadi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital terus berkembang dengan berbagai cara. Kewaspadaan dan verifikasi menjadi langkah utama agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok pejabat atau aparat.