MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Masyarakat Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mencatut nama dan foto profil Dr. dr. Kasil Rokhmad, MMRS., yang baru dilantik sebagai Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Dr. Kasil menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya tersebut bukan nomor telepon miliknya. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun komunikasi dari nomor yang menggunakan nama dan foto profilnya.
Peringatan itu disampaikan dr. Kasil dalam keterangan resmi pada Jumat (9/10/2026), menyusul dugaan penyalahgunaan identitas dirinya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Ini bukan HP saya. Kalau ada yang mengatasnamakan saya dengan nomor ini, berarti penipuan,” tegas dr. Kasil.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, terlebih jika pengirim mengaku sebagai pejabat publik atau pimpinan instansi pemerintah.
Modus Penipuan Manfaatkan Nama dan Foto Pejabat
Pencatutan nama dan foto profil melalui WhatsApp merupakan modus yang dapat dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban. Dengan menggunakan identitas orang yang dikenal, pelaku berupaya menciptakan kesan seolah-olah komunikasi yang dilakukan benar-benar berasal dari pihak bersangkutan.
Dalam situasi tertentu, nama dan jabatan pejabat publik dapat digunakan untuk meyakinkan penerima pesan agar menuruti permintaan pelaku. Korban yang tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut berisiko mengalami kerugian, baik berupa kehilangan uang maupun penyalahgunaan data pribadi.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kesamaan nama, foto profil, maupun keterangan jabatan bukanlah bukti bahwa sebuah nomor WhatsApp benar-benar dimiliki oleh orang yang bersangkutan.
Masyarakat Diminta Tidak Menuruti Permintaan Mencurigakan
Untuk mengantisipasi penipuan serupa, masyarakat diimbau melakukan verifikasi apabila menerima pesan mencurigakan dari nomor yang mengaku sebagai pejabat, pimpinan instansi, maupun orang yang dikenal.
Jangan terburu-buru memenuhi permintaan transfer uang, mengirimkan data pribadi, membagikan kode OTP, atau memberikan informasi rahasia lainnya. Konfirmasi terlebih dahulu melalui nomor resmi atau saluran komunikasi lain yang telah dipastikan kebenarannya.
Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat disarankan menyimpan bukti percakapan, nomor telepon, serta informasi pendukung lainnya. Bukti tersebut dapat digunakan untuk membuat laporan melalui saluran pengaduan resmi agar dugaan penyalahgunaan identitas dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Waspada Pencatutan Identitas Digital
Dugaan pencatutan identitas yang mengatasnamakan dr. Kasil Rokhmad menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan nama dan foto profil dapat menyasar siapa saja, termasuk pejabat publik.
Masyarakat diharapkan tidak menjadikan foto profil atau nama yang familiar sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai sebuah pesan. Setiap komunikasi yang meminta uang, data pribadi, maupun tindakan tertentu harus diperiksa kebenarannya terlebih dahulu.
Kewaspadaan, verifikasi, dan keberanian untuk menolak permintaan mencurigakan menjadi langkah penting untuk memutus modus penipuan digital. Masyarakat juga diharapkan tidak meneruskan pesan yang belum terverifikasi sebagai informasi benar.
Jangan sampai kepercayaan terhadap nama dan jabatan seseorang dimanfaatkan untuk merugikan orang lain. Pastikan identitas pengirim sebelum bertindak, karena satu langkah verifikasi dapat mencegah kerugian yang lebih besar.














