BERITA TERKINI

Workshop Seni Jaranan Jowo 2025 di Tulungagung: Upaya Konkret Lestarikan Warisan Budaya dan Dongkrak Pariwisata

×

Workshop Seni Jaranan Jowo 2025 di Tulungagung: Upaya Konkret Lestarikan Warisan Budaya dan Dongkrak Pariwisata

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Seni tradisional Jaranan Jowo yang sarat nilai sejarah dan filosofi kembali mendapatkan ruang istimewa melalui Workshop Seni Jaranan Jowo 2025 yang digelar di Ballroom lantai 2 Hotel Narita Tulungagung, Selasa (23/9/2025).

Acara ini diinisiasi Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai langkah strategis melestarikan sekaligus mengembangkan kesenian khas Jawa ini agar tetap relevan di era modern.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata pemajuan budaya.

“Seni Jaranan Jowo bukan hanya hiburan biasa. Ia adalah warisan leluhur yang penuh makna, mengajarkan keberanian, kebersamaan, dan doa. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan Jaranan Jowo tetap hidup, lestari, dan menjadi kebanggaan Tulungagung,” tegas Bagus kerap disapa saat ini menjabat Kepala Bappeda Tulungagung.

Pelestarian Budaya dan Edukasi Generasi Muda

Workshop ini dirancang untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman tentang Jaranan Jowo, yang merupakan perpaduan tari, musik gamelan, dan unsur spiritual.

Menurut Bagus, kegiatan ini memiliki empat tujuan utama:

1. Pelestarian budaya lokal agar Jaranan Jowo tidak tergerus zaman.

2. Edukasi dan transfer ilmu, memberikan pemahaman sejarah, filosofi, serta teknik pertunjukan kepada peserta.

3. Pembinaan seniman muda, sebagai wadah bagi generasi baru untuk menguasai keterampilan menari dan memainkan musik pengiring.

4. Penguatan identitas daerah, menjadikan Jaranan Jowo sebagai ikon kebanggaan Tulungagung dan daya tarik wisata.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal, tapi juga mencintai budaya lokal. Dengan begitu, mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkannya,” tambahnya.

Dorong Pariwisata Berbasis Budaya

Workshop ini juga diharapkan mampu mencetak pelatih dan kelompok seni baru, yang nantinya dapat menjadi penggerak dalam melahirkan pertunjukan Jaranan Jowo sebagai atraksi wisata.

Selain itu, pengembangan kreativitas seni juga menjadi fokus, dengan mendorong peserta untuk memadukan unsur tradisional dan modern, sehingga seni jaranan tetap menarik bagi masyarakat luas dan wisatawan.

“Jika seni ini terus berkembang dan dikemas dengan baik, maka Jaranan Jowo bukan hanya lestari, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata,” ujar Bagus penuh optimisme.

Resmi Dibuka dengan Semangat Kebersamaan

Workshop dibuka secara resmi dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari para seniman, budayawan, dan pemerhati seni yang hadir. Dalam penutup sambutannya, Bagus mengajak semua pihak bersinergi menjaga warisan budaya ini.

“Mari kita manfaatkan workshop ini sebagai wadah berbagi, berdiskusi, dan berinovasi. Dengan semangat gotong royong, seni Jaranan Jowo akan terus bersinar, membawa kebanggaan bagi Tulungagung dan Indonesia,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Tulungagung tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang baru untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah, menjadikan Jaranan Jowo sebagai ikon budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.