MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Festival Perahu Bidar Tradisional di Palembang yang berlangsung pada tanggal 15-17 Agustus 2025 di Benteng Kuto Besak (BKB) sukses dan meriah. Event ini membangkitkan kembali budaya lokal wisata di Bumi Sriwijaya dengan menampilkan keindahan perahu bidar dan parade perahu hias di sepanjang Sungai Musi hingga Plaza Benteng Kuto Besak Jembatan Ampera.
Perahu bidar sendiri memiliki sejarah yang panjang di Palembang. Bidar merupakan perahu tradisional yang digunakan sebagai alat transportasi dan sarana upacara adat. Dengan keunikan dan keindahan yang dimiliki, perahu bidar menjadi salah satu ikon budaya Palembang yang sangat dihargai.
Festival ini dimeriahkan dengan lomba perahu bidar yang diikuti oleh 12 tim dengan lintasan sepanjang 800 meter dari Ex Dermaga Ferry 35 Ilir hingga Plaza Kuto Besak. Selain itu, parade perahu hias juga menjadi daya tarik tersendiri dengan menampilkan keindahan dan kreativitas masyarakat Palembang.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palembang, Heru Hermawan, S.STP., SH., saat diwawancarai, Rabu (28/08/2025), menyampaikan ungkapan terima kasih atas partisipasi aktif dari berbagai bidang dinas pariwisata kota Palembang dan pihak terkait yang telah bekerja sama mensukseskan berbagai even menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun.
“Alhamdulillah, berbagai kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan meriah. Festival ini tidak hanya menampilkan keindahan perahu bidar dan perahu hias, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya dan tradisi Palembang,” ujar Heru saat didampingi Kepala Bidang SDM dan Lembaga Sukmanata Imam, S.STP., Adyatama Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Erfandi Bidang Pemasaran Pariwisata.
Festival Perahu Bidar Tradisional ini menjadi salah satu even yang dinanti-nanti oleh masyarakat Palembang karena perahu bidar sudah menjadi kearifan lokal yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi.
Dengan demikian, event ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal dan meningkatkan potensi pariwisata di Palembang.
“Selain lomba perahu bidar tradisional juga ada lomba perahu hias yang memanjakan mata penonton. Kita berharap festival ini tak hanya menghibur, tapi juga dapat meningkatkan PAD, melestarikan budaya, dan mengharumkan nama Palembang,” pungkasnya.














