MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Hasil identifikasi pada jenazah korban lakalantas Muratara setelah melewati pemeriksaan ante dan pos mortem hingga tes DNA telah mendapatkan hasil sebanyak 14 jenazah dan masih 3 jenazah dikerjakan saat rilis di RS Bhayangkara M Hasan, Palembang, Jumat (15/5/2026).
Sebanyak 14 dari 17 jenazah korban tewas dalam insiden tabrakan bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara berhasil diidentifikasi.
Sementara sisa tiga jenazah masih dalam pencocokan tim DVI Polda Sumsel dibantu Laboratorium Pusdokkes Polri.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan operasi DVI Polda Sumsel dan DVI Pusdokkes Polri bersama Rumkit Bhayangkara Moh Hasan Palembang terhadap 16 kantong jenazah korban kecelakaan bus ALS di Muratara pada Rabu 6 Mei 2026 yang lalu.
“Setelah dilakukan pencocokan data post mortem dan ante-mortem serta rekonsiliasi terhadap 16 kantong jenazah ternyata berisi 17 body part atau potongan tubuh jenazah,”kata Brigjen Pol Rony Samtana disela sela penyerahan peti jenazah kepihak keluarga korban di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Jumat (15/5/2026) sore.
Setelah dilakukan pencocokan data post mortem dan ante-mortem kata Brigjen Pol Rony setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium DNA Pusdokkes Polri terhadap 17 kantong jenazah yang sudah berhasil teridentifikasi sebanyak 14 jenazah sedangkan sisanya tiga jenazah masih terus dilakukan upaya identifikasi.
“Sedangkan tiga korban yang selamat dalam insiden tersebut, dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Sempat dirawat di RSUD Rupit atas Tahrul Hubaidi meninggal dunia beberapa hari yang lalu sedangkan Jumiatun meninggal pagi tadi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Dokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti menuturkan, proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum dikenali masih terus dilakukan dengan metode pencocokan DNA keluarga inti korban.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel DNA dari tulang korban yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tua maupun saudara kandung korban.
“Tiga jenazah masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Tim sedang mencocokkan DNA korban dengan keluarga inti agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” jelasnya.
Pihaknya berharap proses identifikasi terhadap tiga jenazah tersebut dapat segera rampung sehingga seluruh korban dapat segera diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.















