BERITA TERKINIEKONOMI & BISNIS

24 Kali Turun Tangani Karhutla, Tim Fire Fighting PEP Adera Field Bantu Lindungi Permukiman dan Kebun Warga PALI

×

24 Kali Turun Tangani Karhutla, Tim Fire Fighting PEP Adera Field Bantu Lindungi Permukiman dan Kebun Warga PALI

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Langit biru yang kembali terlihat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi pemandangan yang dirindukan warga setelah beberapa bulan terakhir wilayah tersebut menghadapi kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan sejak akhir Oktober 2026 membantu meredakan kondisi tersebut. Namun, di balik upaya penanganan karhutla selama musim kemarau, terdapat petugas yang berulang kali turun ke lapangan untuk mengendalikan api sebelum meluas.

Salah satunya Tim Fire Fighting Pertamina EP (PEP) Adera Field.

Sejak Agustus hingga 30 Oktober 2026, tim tersebut tercatat telah 24 kali diterjunkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kabupaten PALI dan Kabupaten Muara Enim.

Keterlibatan itu bukan hanya berkaitan dengan pengamanan fasilitas operasi perusahaan, tetapi juga mencakup penanganan kebakaran yang berada di sekitar permukiman dan perkebunan masyarakat.

24 Kali Diterjunkan, Jangkau Sejumlah Desa

Dalam beberapa bulan terakhir, kebakaran lahan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah PALI dan sekitarnya.

Api yang menjalar di kawasan perkebunan maupun lahan terbuka berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Selain mengancam vegetasi dan sumber penghidupan masyarakat, kebakaran juga menghasilkan asap yang mengganggu kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, Tim Fire Fighting PEP Adera Field turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi, antara lain Desa Purun Timur, Desa Abab, Desa Pengabuan Timur, dan Desa Tanah Abang.

Penanganan dilakukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Keterlibatan lintas pihak tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian karhutla, mengingat penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat, koordinasi, dan dukungan peralatan yang memadai.

Manager PEP Adera Field, Adam Syukron Nasution, mengatakan perusahaan berupaya menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan di tengah aktivitas operasional untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Di tengah upaya memenuhi kebutuhan energi nasional, PEP Adera Field juga berupaya selalu hadir serta memberi dampak positif terhadap masyarakat sekitar. Pemadaman karhutla dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu upaya pengamanan dan juga bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Adam.

Sepuluh Petugas Disiagakan Setiap Hari

Sebagai bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4), PEP Adera Field menyiagakan personel dan peralatan pemadam kebakaran untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat.

Pada musim kemarau, kesiagaan tersebut tidak hanya difokuskan pada fasilitas produksi, tetapi juga mendukung penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasi, termasuk lokasi yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.

Setiap hari, perusahaan menyiagakan 10 petugas pemadam kebakaran yang dibagi dalam dua sif. Dengan pengaturan tersebut, personel dapat bersiaga selama 24 jam untuk merespons laporan maupun potensi keadaan darurat.

Selain itu, tim Site Emergency Response (SERT) juga disiagakan di kantor field dan sejumlah fasilitas produksi.

Dukungan peralatan pemadam yang tersedia meliputi satu unit fire truck dengan kapasitas 7 ton air dan 1 ton foam, satu unit trailer fire pump berkapasitas 1.500 GPM, tiga unit portable fire pump berkapasitas 500 GPM, sembilan unit fixed fire pump, serta kolam penampungan air di delapan titik fasilitas produksi.

Ketersediaan personel dan peralatan tersebut menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di lingkungan operasi maupun dalam kegiatan bantuan penanganan karhutla.

Apresiasi Pemerintah Desa atas Bantuan Pemadaman

Keterlibatan Tim Fire Fighting PEP Adera Field dalam penanganan karhutla juga mendapat apresiasi dari pemerintah desa.

Kepala Desa Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang, M. Bambang Krisna, menyampaikan terima kasih atas bantuan penyiraman dan penanganan kebakaran yang terjadi di perkebunan masyarakat.

“Kami Pemdes Tanah Abang Jaya, Kecamatan Tanah Abang mengucapkan terima kasih atas bantuan penyiraman kebakaran yang terjadi di perkebunan warga beberapa waktu yang lalu,” ujar Bambang.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca kering meningkatkan risiko api meluas ke area perkebunan.

Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari sektor perkebunan, kebakaran bukan sekadar persoalan lahan yang terbakar. Kerusakan tanaman produktif juga berpotensi memengaruhi pendapatan keluarga dalam jangka panjang.

Karena itu, respons cepat dan kerja sama dalam penanganan karhutla memiliki arti penting bagi perlindungan lingkungan sekaligus keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Hujan Mulai Turun, Kesiagaan Tetap Berlanjut

Meski hujan mulai turun dan kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan berangsur mereda, PEP Adera Field tetap mempertahankan kesiagaan personel serta peralatan pemadam kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik kebakaran, sekaligus menjaga keselamatan fasilitas produksi dan lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Sebab, berakhirnya satu periode kebakaran tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla pada musim kemarau berikutnya.

Upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pengalaman selama musim kemarau tahun ini kembali menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu pihak.

Di lapangan, petugas pemadam, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.

Sebanyak 24 kali penerjunan Tim Fire Fighting PEP Adera Field sepanjang Agustus hingga 30 Oktober 2026 menjadi catatan keterlibatan perusahaan dalam upaya tersebut. Sementara itu, kesiagaan 10 personel setiap hari menunjukkan bahwa pekerjaan pengendalian risiko kebakaran tetap menjadi perhatian meskipun hujan mulai membasahi Bumi Serepat Serasan.

Penulis: Santo
Editor: Riki Okta Putra