BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

50 KK Warga Desa Ngujang Terima Bantuan Beras dari Pemkab Tulungagung

×

50 KK Warga Desa Ngujang Terima Bantuan Beras dari Pemkab Tulungagung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung sekaligus momentum Hari Pangan Sedunia 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Ngujang tersebut mendapat apresiasi dari Camat Kedungwaru, Eko Hery Susanto, S.STP., M.Si. Ia mengaku bangga karena salah satu desa di wilayahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Wahiyd Masrur, S.Sos., M.M.

Menurut Eko, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan bazar untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Ia mengungkapkan, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Plt Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami juga terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Eko mengutip pesan Plt Bupati.

Selain menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan beras kepada 50 keluarga kurang mampu di Desa Ngujang.

Bantuan beras itu diserahkan secara langsung oleh Plt Bupati Ahmad Baharudin sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Eko menilai, langkah menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui intervensi pasar maupun bantuan sosial. Diperlukan pula keterlibatan aktif masyarakat untuk membangun kemandirian pangan mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, petani, dan pemerintah desa agar lebih optimal memanfaatkan lahan yang tersedia untuk membudidayakan berbagai komoditas pangan, seperti padi, jagung, hingga aneka sayuran.

“Kemandirian pangan harus dimulai dari lingkungan sendiri. Kalau masyarakat, petani, dan pemerintah desa bergerak bersama, kebutuhan pangan bisa kita penuhi secara mandiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa penguatan ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat daerah merupakan bagian penting dalam mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, petani, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Ia berharap Gerakan Pangan Murah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah. Namun, program tersebut dapat terus memberikan manfaat nyata, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

Dengan demikian, momentum Hari Jadi ke-821 Kabupaten Tulungagung dan Hari Pangan Sedunia 2026 diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang dimulai dari desa.

Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Riki Okta Putra