BERITA TERKINI

Jelang Bulan Ramadan, Gubernur Anies Baswedan Imbau Pengurus Masjid Disiplin Protokol Kesehatan

×

Jelang Bulan Ramadan, Gubernur Anies Baswedan Imbau Pengurus Masjid Disiplin Protokol Kesehatan

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, JAKARTA PUSAT– Jelang bulan Ramadan, Pemprov DKI Jakarta akan menjalankan pemerintahan Pusat melalui Kementerian Agama RI yang memiliki jumlah kehadiran jamaah untuk ibadah salat tarawih paling banyak 50 persen dari kapasitas bangunan. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/4).

Gubernur Anies mengimbau kepada seluruh pengurus maupun pengelola masjid yang ada di Ibu Kota untuk protokol protokol kesehatan. Khususnya, dalam mengutamakan pelayanan ibadah untuk kebutuhan warga sekitar rumah ibadah yang bersangkutan.

“Bagi (pengurus) masjid-masjid di Jakarta, kami menerapkan untuk digunakan bagi jamaah dari wilayah terkait, sehingga yang berada di masjid itu adalah warga yang relatif saling kenal, untuk melakukan pengendalian bila ditemukan kasus (COVID-19). ini berguna untuk mencegah, sehingga digunakan hanya oleh masyarakat di sekitar, “ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies juga menjelaskan bahwa tujuan utama dalam pendisiplinan yang terkait dengan pelayanan selama Ramadan ini adalah untuk menjalankan potensi kasus baru saat berada di lokasi, sehingga Satgas COVID-19 yang berada di lokasi sekitar dengan mudah melakukan penelusuran. Menurut Gubernur Anies, hal tersebut akan menjadi sulit ketika masjid yang terkait dibuka untuk umum dan di situlah potensi penularan menjadi lebih tinggi.

“Jadi, mari kita jaga keselamatan, kita jaga perlindungan sesama warga dari penularan sambil tetap dapat menjalankan ibadah yang suci di bulan Ramadhan. Karena itu, penggunaan tempat ibadat untuk aktivitas ibadah harus dijalankan dengan protokol kesehatan tapi hindari kerumunan, hindari buka masker. Jadi, prinsipnya seperti itu, “tambah Gubernur Anies.

Di samping itu, Gubernur Anies juga membahas kegiatan terkait tadarusan yang selalu dijalankan sebagai pelengkap ibadah selepas salat tarawih di berbagai masjid. Ia mengajurkan kepada masyarakat agar melaksanakan tadarus di rumah saja. Hal ini tak lain untuk menjaga risiko penularan yang dapat meningkatkan potensi peningkatan kasus aktif.

“Sebetulnya, bukan pada tadarusnya (yang dilarang), tapi jangan buka maskernya. Jadi, aktivitas yang sebenarnya tetap dijalankan yang penting tidak melanggar protokol kesehatan. Jadi, jangan sampai kita jadi mengurangi salat, mengurangi tadarus, atas nama protokol kesehatan. Tadarus jalan. terus, salat bisa, yang penting jarak, yang penting pakai masker tanpa pernah dilepas, “pungkas Gubernur Anies.