MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. DPRD Palembang melaksanakan reses ke beberapa tempat. Reses ini merupakan kali pertama di tahun 2021 ini pada masa persidangan satu.
Ketua reses Dapil II Kecamatan Sukarami, Alang-Alang Lebar, Kemuning DPRD Palembang Mulyadi mengatakan, kegiatan reses sendiri sebagai cara menjalin silaturahmi dimasa pandemi ini. Dua kriteria dari silaturahmi pertama dipanjangkan umur dan di murah kan rezeki.
“Kita turun kelapangan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat,” ucap dia Kamis (8/4/2021) di kantor Camat Sukarami Palembang.
Salah satu warga menanyakan masalah insentif RT yang sudah 4 bulan belum cair. Iapun menjelaskan bahwa saat ini semua pembayaran memakai Sistem informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Jadi semua pembayaran harus sudah direncanakan dari jauh hari. Saat ini keadaan keuangan di pemerintahan Kota sendiri menyalami defisit. Jadi ada beberapa skala prioritas yang di dahulukan seperti vaksin dan penanganan pandemi covid- 19 saat ini.

Lebih jauh ia bekerja jika ada pembayaran insentif RT yang belum diterima. Maka pihaknya akan segera memprosesnya untuk segera dicairkan. Tapi sekali lagi ia berharap agar semua RT bersabar. Sebab di tahun ini masalah insentif sudah masuk SIPD sepenuhnya.
“Kami akan memperjuangkan masalah ini. Sudah beberapa kali di bahas. Kami berharap juga RT bersabar dan tetap menjalani tugasnya dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, salah satu anggota reses Danu mengatakan, dalam reses hendaknya masyarakat juga membicarakan masalah khusus yang lebih spesifik terhadap kebutuhan warga. Jangan hanya membahas masalah infrastruktur saja. Tapi adakah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Pelayanan listrik dan PDAM apakah sudah sesuai. Pelayanan pendidikan dan kesehatan apakah sudah layak.
“Jika ada Puskesmas pelayanan yang tidak layak. Bisa disampaikan kepada kami untuk kami tindaklanjuti. Selain itu saya berharap agar ketua RT bisa.
Jemput bola agar masyarakat mau membayar PBB,” ungkapnya.

Terpisah Ketua Dapil IV Kecamatan Kalidoni, Sako, Sematang Borang DPRD Palembang H Pomi Wijaya ST MM mengatakan, ada skala prioritas pembangunan. Diharapkan masyarakat bisa memaklumi jika ada pembangunan yang belum dilaksanakan. Sebab jika proposal yang diajuhkan ada 15. Sedangkan kemampuan dari anggaran hanya sebatas 10 pelaksanaan saja. Sudah tentu sebanyak 5 proposal tidak bisa dilaksanakan.
“Kami akan menyerap semua usulan dari masyarakat. Kemudian akan disampaikan pada Paripurna mendatang,” jelas dia.
Sementara itu wakil ketua reses Pebi mengatakan, untuk masalah kebersihan di RW 36, Rubi Sulai dan juga membuat saluran parit, tenda, kursi dan toa. Semua akan segera di realisasikan.
Masalah kebersihan pihaknya akan membangun komunikasi dengan pihak DLHK dan Kecamatan serta Kelurahan. Sedangkan untuk saluran parit pihaknya akan segera merealisasikan jika masuk dalam ajuhan Musrembang.
Sedangkan untuk bantuan kursi dan toa bisa diajuhkan atas nama masjid. Selisih waktu bantuan terakhir adalah tiga tahun lalu.
Bantuan di Dinsos hanya sebatas data. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Semua yang menentukan adalah pusat. Pihak Dinsos hanya sebatas menyampaikan data saja.
“Tapi jika ada masyarakat yang sakit parah atau ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan bisa laporkan kepihak kami. Serta ada juga masyarakat yang mampu tapi mendapatkan bantuan juga bisa dilaporkan karena tidak sesuai prosedur yang ada,” harapnya.

Selain itu salah satu anggota reses Harya Prasetya, menyetujui usulan warga terkait penanaman durian monthong. Ia mengajak masyarakat untuk mencarikan tempat yang sesuai untuk penanaman. Jadi selain sebagai sumber pendapatan masyarakat. Kebun durian tersebut juga bisa menjadi kebun edukasi bagi masyarakat.
Selain itu dirinya juga mengajak kepada kedua RT dan RW. Agar mengajak masyarakat dilingkungan tempatnya untuk membayar pajak.
“Semua kegiatan yang dilaksanakan harus memakai dana. Tentu saja semua dana yang kita pakai berasal dari PBB,” katanya.

Reses anggota DPRD Kota Palembang masa persidangan I 2021 Dapil V Kecamatan Plaju, Seberang Ulu dua. Ketua reses Dapil V H Firmansyah Hadi SE mengatakan, sharing terhadap masalah di Kecamatan Plaju saat ini. Jika ada permasalahan yang sering menjadi sasaran Lurah dan RT. Permasalahan bisa langsung ke intinya langsung. Seperti masalah kesehatan bisa langsung ditanyakan kepada pihak Puskesmas. Masalah jalan bisa ke UPTD dinas PU, masalah kebersihan bisa ke UPTD DLHK.
“Jadi setiap permasalahan bisa langsung disampaikan kepada dinas terkait. Jadi RT dan RW bisa langsung mendapatkan solusi bagi warganya,” harap dia saat membuka sidang reses di Gedung Kecamatan Plaju Jumat (9/4/2021).

Sementara itu sekretaris reses Dapil V Akbar Alfaroh B Bus SE MM mengatakan, semua keluhan akan disampaikan ke rapat Paripurna DPRD Kota Palembang nanti. Kendala dari masyarakat yang tidak mau di vaksin. Ada orang tua yang tidak mau anaknya di vaksin. Ada juga anak yang orang tuanya tidak boleh di vaksin. Meskipun kendala ada di lapangan. Para petugas kesehatan harus mencari solusi.
Sebaiknya kegiatan vaksinasi masal harus segera di laksanakan. Sebab beberapa vaksin akan kadaluarsa pada bulan Juni nanti.
Masalah bantuan mobil untuk mengangkut vaksin akan di anggarkan pada APBD perubahan.
Intruksi dari dinas kesehatan terkait banyaknya vaksin yang diberikan kepada rumah sakit pertama. Pihak Puskesmas hanya menjalani perintah dari Dinkes.
“Kami akan meminta kepastian pihak Dinkes yang seharusnya rumah sakit Pertamina memiliki jalur tersendiri untuk vaksin. Bukan mengambil vaksin dari Puskesmas di lingkungan Pertamina sendiri. Meskipun petugas Puskesmas hanya sebatas menjalani perintah saja,” jelasnya.

Ketua reses Dapil III Kecamatan IT Satu, IT Dua dan IT Tiga Ir H Alex Andonis mengatakan, program Nasional dari pusat semua masalah KIS dan lainnya. Pihak Dinas sosial hanya sebagai pencatat saja. Kemudian diajuhkan ke pusat. Keputusan semua diambil dari pusat. Layak atau tidaknya masyarakat menerima bantuan. Serta tentu saja sesuai dengan anggaran pusat apakah cukup atau tidak.Pihak DPRD hanya mendorong saja.
Terkait dengan dana aspirasi bukan dana yang diterima oleh pihak DPRD. Tapi usulan apa saja yang akan diperjuangkan oleh DPRD untuk digunakan kepada masyarakat.
Seperti mengadakan lampu jalan. Semisalnya ada uang sebanyak Rp100juta. Tidak bisa langsung diberikan untuk lampu jalan. Harus rinci pengunaannya. Ada berapa titik lampu, jarak dan lainnya. Harus rinci sesuai dengan dana yang ada.
“Mengenai pembangunan infrastruktur dan pembagunan jalan. sudah diserahkan hasil reses sebelumnya yang masuk kedalam Musrembang. Tapi kita tetap serap semua aspirasi dari masyarakat. Masyarakat juga harus vaksin. Sebab saat ini masyarakat masih minim kesadaran terhadap vaksin,” jelasnya.

Sementara itu Sekcam IT Dua M Dani Darwin mengatakan, permintaan insentif RT masih menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat. Mengingat saat ini minimnya anggaran. Ada banyak prioritas untuk membayar utang pada tahun 2020 lalu.
“Kemungkinan pada Bulan puasa bisa dilakukan pencairan dana insentif RT dan RW,” kata dia.
Selain itu akan ada juga perbaikan infrastruktur di sungai buah. Perbaikan dikawasan ini mencangkup perbaikan drainase dan perbaikan sedimentasinya. Mengingat wilayah ini termasuk langganan banjir saat musim hujan.

Ketua reses Dapil I Kecamatan Gandus, IB I, IB II, Bukit Kecil dan Bukit Baru H Nazili SH MSi mengatakan, ini merupakan ruang resmi di luar gedung DPRD Palembang. Semua yang akan disampaikan oleh masyarakat akan di sampaikan kembali pada rapat Paripurna nanti.
Salah satu program dari pemerintah yaitu vaksinasi. Semua anggota DPRD sudah melakukan vaksinasi. Semua yang terkena vaksin sejauh ini tidak ada keluhan.
“Kami sudah di vaksin dua kali. Sampai saat ini masih sehat walafiat,” ucapnya.
Program dari pemerintah pusat, agar semua data menjadi elektronik. Jadi pembuatan KK saat dilakukan oleh pihak Disdukcapil Palembang.

Jika ada kendala lambat membuat KK lambat. Bisa menghubungi pihak Lurah dan Kecamatan atau langsung ke pihak DPRD.
“Jika di hambat dalam pembuatan KTP dan KK bisa menghubungi kami,” jelas dia.
Wakil FKBM IB II Nanang, anak-anak yang masih berkeliaran di atas jam 12 malam. Ada juga anak-anak punk yang suka mencoret-coret tembok rumah warga.
“Pihak kepolisian dan Kecamatan harus bisa membina anak-anak ini,” harapnya.
Selain itu juga ia akan menata kuliner di kawasan Musi enam. Selama ini jalan ini cukup sepi. Tapi semenjak adanya jembatan Musi enam. Maka jalan ini ramai.
“Kami akan menata kuliner di sini. Jadi tidak hanya sebagai pemasukan bagi warga tapi juga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bersih,” harapnya.
Sementara itu Sekcam IB II Palembang Heru Setyabudi SSTP MSi mengatakan, dimana kegiatan reses merupakan kegiatan rutin bagi anggota dewan untuk berdiskusi kepada masyarakat. Agar hasil dari reses ini dapat di bahwa kepada rapat Paripurna nanti.
“Suatu kehormatan tersediri bagi kami untuk bisa berdialog kepada tokoh masyarakat di Kecamatan ini,” kata dia.

Ketua reses Dapil VI Kecamatan, Seberang Ulu I, Jakabaring dan Kertapati di stasiun besar Kertapati Drive III Palembang mengatakan, Dr Fauzi Ahmad SH MH mengatakan, datang silaturahmi ke PT KAI, PT BA. Guna menjalin silaturahmi kepada PT yang ada dilingkungan Dapi ini. Selain itu juga untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Terkiat beberapa PT yang membuang limbah ke lingkungan masyarakat.
Lebih jauh ia berkata, setelah ditanyai beberapa PT ini mengaku bahwa laporan dari masyarakat tersebut tidaklah benar. Tapi tentu saja untuk mengetahui hal yang pasti. Pihaknya akan melakukan sidak lapangan terkait laporan masyarakat.
“Kita akan lakukan sidak, tentu dengan terjun langsung kelapangan kita akan tahu kebenarannya,” jelas dia.

Selain itu juga dirinya juga meminta kepada perusahaan untuk menyediakan mobil ambulans. Ia berharap agar setiap Kecamatan mendapatkan satu unit mobil ambulans.
“Kami mengajukan mobil ambulans. Tapi mengenai jawaban mereka akan berkoordinasi dengan pimpinan mereka. Apakah satu unit ataukah beberapa semua tergantung dari pimpinan mereka,” jelas dia.














