MATTANEWS.CO,TULANGAGUNG – Menjelang lebaran, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) mengecek ketersediaan pangan dan sembako di Pasar Ngemplak dan Gudang Badan urusan logistik (Bulog) di Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru dan Desa Pulosari Kecamatan Ngunut.
Hal ini, dikatakan Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo kepada awak media usai melakukan sidak di gudang Bulog Desa Pulosari Kecamatan Ngunut, Senin (10/5/2021).
“Jadi begini, sidak kali ini guna memastikan kesiapan ketersediaan pangan dan sembako di Kabupaten Tulungagung menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 H,” kata Dia.
“Pasar Ngemplak, Gudang Bulog Ngujang dan Pulosari itu sebagai prioritas,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan dengan mekakukan sidak kali ini menjelang lebaran dapat memastikan ketersedian pangan, apalagi saat ini pandemi Covid-19 masih melanda.
“Begini, dengan mengecek ketersediaan pangan ini dalam menghadapi pandemi ini, ternyata sudah siap. Dalam artian bahwa selama pandemi berjalan ini, Tulungagung tidak kekurangan dalam stok pangan,” tambahnya.
“Apalagi jelang lebaran nanti stok pangan aman, prediksi dalam 1 tahun kedepan pun masih bisa bertahan untuk stok beras tersebut,” sambungnya.
Lebih lanjut Maryoto menjelaskan bahwa Bulog merupakan badan suatu institusi yang membeli beras dari masyarakat dan selanjutnya berhak menyalurkan kembali.
“Kita akui, bahwa dulu stok beras Bulog kurang bagus, namun sekarang sudah lebih baik. Dengan demikian agar masyarakat dapat memanfaatkannya dengan membeli beras di Bulog,” jelasnya.
“Oleh sebab itu, supplier Bantuan sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah seharusnya membeli beras juga dari Bulog,” imbuhnya.
Tutur Maryoto masih melanjutkan selain mengecek ketersediaan pangan tersebut juga melakukan pantauan harga pangan dan sembako di pasar Ngemplak.
“Pasar Ngemplak ini harga pangan dan sembako harga relatif stabil,” terangnya.
“Namun demikian, untuk harga cabai melonjak tinggi hingga Rp. 60.000 rupiah, padahal dulu pernah turun kisaran Rp. 35.000 rupiah. Sedangkan harga daging, beras dan jagung relatif aman,” tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Tulungagung, Junaidi mengatakan bahwa ketersedian stok beras di Kabupaten Tulungagung dapat bertahan hingga akhir tahun 2021.
“Benar, saat ini stok tersedia 15.000 ton beras, karena memang menyerap lebih, apalagi sekarang juga masih musim panen,” katanya.
“Untuk stok beras aman hingga akhir tahun, dan sekarang ini 35 % dari target sebanyak 24.000 ton,” sambungnya.
Junaidi menambahkan terkait adanya keluhan dari Persatuan penggilingan padi Indonesia (Perpadi) Cabang Tulungagung, senada dengan arahan Bupati Maryoto bahwa akan membantu mencarikan solusi.
“Mungkin nanti, bisa dari penyalur bantuan sosial BPNT sehingga perputaran stok berimbang antara pemasukan, sehingga memperoleh stok lebih fresh yang ada di gudang Bulog,” tambahnya.
Menurut Junaidi masih melanjutkan bahwa Bulog ini stok nasional, khususnya Tulungagung dan umumnya Provinsi Jawa Timur bahwa merupakan daerah surplus.
“Pada intinya, kalau di Tulungagung ini untuk penyaluran tidak seimbang dengan pemasukan maka bisa dipindahkan kepada Provinsi yang membutuhkan dan dalam hal itu manajemen dipusat , sedangkan kita hanya melaporkan ketersediaan stok dan ketahanan stok, jadi kita hanya selaku manajemennya sedangkan pusat yang mengendalikan,” terangnya.
Pantauan Mattanews.co dalam sidak mengecek ketersedian pangan dan sembako menjelang lebaran di Pasar Ngemplak dan Gudang Bulog ini, selain Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo bersama jajaran Forum pimpinan daerah (Forpimda) hadir Kapolres Tulungagung, Kasdim 0807, Kepala Kejaksaan, dan jajaran OPD terkait.














